SUGAPA – Ada isu yang berkembang di tingkat Aparatur Sipil Negara (ASN), akan ada pelantikan pejabat dalam waktu dekat atau pelantikan jabatan di bulan Agustus ini. Menanggapi isu ini, Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si, menegaskan, isu tersebut tidak benar. Disampaikan Bupati Nato saat perayaan HUT Proklamasi RI ke-73 beberapa hari lalu, seluruh daerah di Indonesia saat ini telah menerapkan Undang Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN. Pelantikan jabatan eselonering harus dilalui dengan seleksi dari Komisi ASN atau yang dikenal dengan istilah lelang jabatan. Komisi ASN adalah lembaga nonstruktural yang mandiri dan bebas dari intervensi politik.Terbangun Rasa SolidaritasPada kesempatan itu, Bupati Nato juga mengatakan jika di tengah-tenah masyarakat telah terbangun rasa sodildaritas yang kuat yang mengakar pada tatanan budaya lokal. Hal tersebut mendorong tumbuhnya nilai-nilai persatuan dan kesatuan untuk maju bersama membangun daerah. Bupati Nato memberikan apresiasi sebeasar-besarnya kepada seluruh masyarakat baik itu petani, peternak, maka-mama penjual sayur, tukang ojek, pedagang dan profesi lainnya yang telah bekerja, sehingga perekonomian di kabupaten iin masih berjalan. Apresiasi positif juga disampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah turut serta menciptakan susana aman dan kondusif di wilayah hukum Kabupaten Intan Jaya.“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada pihak keamanan dalam hal ini TNI dan Polri serta beberapa kesatuan yang ada di Intan Jaya yang siang malam berupaya menciptakan situasi kemanan daerah,” tuturnya.Bupati mengajak semua pihak menciptakan perdamaian mulai dari basis kehidupan masyarakat terbawah, yaitu keluarga, marga, dan kampung. Untuk memperkokoh tali persaudaraan, kebersamaan demi menjaga stabilitas keamanan daerah sebagai modal dasar pembangunan.Dikatakan, peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ini, kita jadikan momentum untuk melaksanakan pembangunan di segala bidang. Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu dirinya meminta seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta seluruh para pemangku kepentingan, hendaknya dapat menempatkan diri sebagai agen-agen pembangunan dan bertindak sebagai pembawa damai. “Sebagaimana firman Tuhan yang mengatakan "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka disebut anak-anak Allah," ujarnya.Program pembangunan berkelanjutan dan keberpihakan, lanjut Bupati Nato, telah diwujdukan melalui berbagai program kegiatan pada setiap OPD. Oleh karena itu kepada para pimpinan OPD, dirinya perintahkan untuk segera berkantor di Sugapa dan memberikan pelayanan bagi masyarakat sesuai lingkup bidang tugasnya. (ros)