Pelajar SMAN 1 Matangkan Persiapan Hadapi TKA November Mendatang

NABIRE - Tes Kemampuan Akademik (TKA) kini menjadi perhatian serius bagi siswa SMA di berbagai daerah, termasuk di SMA Negeri 1 Nabire. Ujian ini dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 9 November dan merupakan program resmi Kementerian Pendidikan yang ditujukan untuk mengukur kemampuan akademik siswa kelas XII. TKA dinilai sangat penting karena menjadi salah satu penentu kelulusan dan syarat masuk ke perguruan tinggi negeri.
Hasil wawancara dengan salah satu kakak kelas mengungkap, bahwa TKA memiliki banyak manfaat. Tes ini bukan sekadar ujian biasa, melainkan sarana untuk mengukur kemampuan diri dan memastikan kesiapan siswa melanjutkan ke perguruan tinggi.
Menurutnya, TKA dapat menjadi tolok ukur apakah ilmu yang dipelajari selama di sekolah sudah cukup atau masih perlu ditingkatkan. Selain itu, siswa juga dilatih untuk konsisten belajar dan tidak hanya mengandalkan nilai rapor. Sebab keduanya harus seimbang agar peluang masuk perguruan tinggi tetap terbuka. “Manfaatnya adalah untuk mengukur kemampuan diri masing-masing siswa agar bisa masuk ke perguruan tinggi,” ujarnya.
Salah satu tantangan besar bagi siswa menjelang TKA adalah bagaimana mengatur waktu belajar. Narasumber menekankan bahwa manajemen waktu sepenuhnya bergantung pada kesadaran dan niat setiap siswa. Jika ada tekad untuk mengejar nilai TKA yang baik, maka mereka akan mampu menyusun jadwal belajar secara mandiri.
Ia juga menambahkan, persiapan ideal sebaiknya dilakukan sejak awal tahun, bukan hanya menjelang pelaksanaan ujian. Dengan persiapan lebih dini, siswa bisa belajar secara bertahap dan mengurangi rasa panik menjelang hari H.
Kesiapan siswa juga diakui penting oleh Kepala sekolah SMA Negeri 1 Nabire, Yanus Arwam, S.Sos, yang diwawancarai menyebutkan, tujuan utama TKA bukan hanya untuk sekolah mereka, melainkan untuk seluruh SMA di Indonesia.
Melalui TKA, kemampuan siswa diuji dengan soal yang disusun langsung oleh pusat, sehingga hasilnya objektif dan tidak dapat diubah oleh guru. Kehadiran TKA dianggap sangat penting karena memberi standar penilaian yang sama di seluruh Indonesia dan menjadi ajang pemerataan kesempatan masuk perguruan tinggi.
Dalam rangka membantu siswa menghadapi ujian tersebut, kepala sekolah di SMA Negeri 1 Nabire mengadakan les pengayaan pada lima mata pelajaran utama yang dipersiapkan khusus untuk TKA.
Les ini berlangsung setelah jam pelajaran reguler dan difokuskan hanya pada bidang studi yang relevan dengan materi ujian. “Tidak semua guru terlibat, hanya guru yang mengajar lima mata pelajaran yang dipilih. Mereka adalah guru yang memiliki kompetensi sesuai bidang studi yang diujikan pada TKA,” ungkap Yanus Arwam.

Persiapan ini sudah dimulai sejak pendaftaran peserta pada bulan Juli–Agustus dan akan berlanjut hingga Oktober, sebelum pelaksanaan TKA pada awal November.
Perbedaan TKA dengan Ujian Sekolah (US) juga dijelaskan. Jika soal US disusun oleh guru berdasarkan kisi-kisi tertentu, maka soal TKA seluruhnya berasal dari pusat. Hal ini membuat guru tidak bisa menambah atau mengurangi nilai siswa, mirip dengan sistem Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
Hasil TKA nantinya juga bisa menjadi perbandingan dengan nilai ujian sekolah yang akan berlangsung pada Maret tahun depan.
Baik kakak kelas maupun kepala sekolah sama-sama menekankan pentingnya keseriusan siswa dalam menghadapi TKA. Selain rajin belajar dan konsisten berlatih, siswa dianjurkan mencari materi tambahan, baik dari sekolah, media sosial maupun bahan resmi yang disediakan dinas pendidikan.
Dengan kemajuan teknologi, siswa kini lebih mudah mengakses contoh soal, video pembelajaran hingga bank soal daring untuk memperkaya latihan mereka.
Sebagai penutup, Kepala SMA Negeri 1 Nabire memberikan pesan agar siswa tidak mudah menyerah dan terus menumbuhkan semangat belajar. Ia berharap siswa mampu mengatur waktu dengan baik, menambah pengetahuan dan percaya diri saat menghadapi ujian.
Sementara itu, sang kakak kelas juga menitipkan pesan bagi adik kelas XI yang akan mengikuti TKA tahun depan agar mulai belajar sejak sekarang, karena nilai rapor dan TKA harus seimbang. “Dengan persiapan yang baik, siswa dapat mengerjakan soal TKA dan meraih cita-cita di perguruan tinggi impian,” tegas Kepala SMA Negeri 1 Nabire.
Keseluruhan wawancara ini memberikan gambaran jelas, bahwa TKA bukan hanya sekadar ujian, melainkan gerbang menuju masa depan siswa. Dengan persiapan yang matang, dukungan guru serta semangat belajar yang tinggi, siswa SMA Negeri 1 Nabire diharapkan mampu menghadapi TKA dengan percaya diri dan berhasil meraih perguruan tinggi yang mereka cita-citakan.(kelompok 4, Ganesta Bone, Cornelia Saneraro K.B. Rumbewas, Santika Rura, Marlandho Fransiskus Misiro, Maulana Muhrim, Nurul Aida)
Bagikan artikel ini



