Pegawai Kemenag Nabire Aksi Mogok Kerja
NABIRE – Para pegawai Kantor Kementerian Agama RI Kabupaten Nabire, melakukan aksi mogok kerja. Pada Selasa (13/3) pagi, para pe
NABIRE – Para pegawai Kantor Kementerian Agama RI Kabupaten Nabire, melakukan aksi mogok kerja. Pada Selasa (13/3) pagi, para pegawai kantor itu menggelar aksi membentangkan spanduk. Spanduk yang dibentangkan bertuliskan “Kami pegawai Kemenag. Kab Nabire dan FKUB Nabire akan terus menolak dan tetap melaksanakan aksi mogok kerja apabila Bapak Kakanwil tidak memberhentikan Katrina, S.Ag, MM sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nabire”.
Pantauan media ini di lapangan, belasan pegawai yang menyampaikan aspirasi itu terlihat berkumpul di halaman samping dan depan kantor itu. Informasi yang didapat media ini dari para pegawai yang beraksi, menuturkan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk aksi protes terhadap kepemimpinan kepala kantor Kemenag Nabire atas nama Katrina, S.Ag, MM. Salah satu tindakan pimpinan yang diprotes warga adalah terkait adanya pemutasian pegawai yang dinilai tidak tepat. Pegawai yang dimutasi mengaku tidak mengetahui apa penyebab sehingga dirinya dimutasi. Selain itu, mereka juga menilai ada sejumlah tindakan dari pimpinan yang berimbas timbulnya ketidaknyamanan pegawai bekerja di kantor itu.
“Hari Jumat minggu kemarin kami juga sudah melakukan aksi serupa. Persoalan ini juga sudah kami laporkan hingga ke tingkat Kakanwil. Kami mogok kerja hingga Kakanwil datang untuk menyelesaikan persoalan ini,” tutur mereka.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nabire, Katrina, S.Ag, MM, mengatakan, aksi yang terjadi itu ada indikasi campur tangan pihak luar. Karena ketika ada seorang staf menghadap ke Kanwil menyampaikan ketidaksetujuannya dengan kebijakan kepala kantor, seharusnya Kakanwil menyampaikan persoalan antara dirinya, Kakanwil dan pegawai yagn dimutasi. Dan persoalan ini seharusnya tidak perlu sampai dibawa ke ranah FKUB.
“Seharusnya cukup sampaikan kepada saya persoalan itu. Saya sebagai staf Kakanwil pasti akan loyal dengan apa yang disampaikan oleh Kakanwil. Karena SK mutasi itu juga yang tanda tangan adalah Kakanwil, bisa panggil saya ke Jayapura untuk mengklarifikasi persoalan ini. Saya tidak tahu apa kesalahannya saya, saya hanya ingin meluruskan persoalan,” ujarnya.
Disinggung soal peringatan kepada staf sebelum dilakukan mutasi, kata dia, yang besangkutan sering kali tidak mengikuti apel maupun ibadah. Atas tindakan itu, dirinya sebagai kepala kantor pernah mengajak langsung yang bersangkutan untuk mengikuti apel, namun yang bersangkutan jarang juga ikut apel maupun ibadah. (ros)
Bagikan artikel ini



