Pegadaian Perkuat Peran Mitra Ekonomi Masyarakat

NABIRE - PT Pegadaian (Persero) Cabang Nabire terus memperkuat perannya sebagai mitra inklusif penggerak ekonomi masyarakat di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Melalui berbagai layanan unggulan seperti gadai konvensional hingga investasi modern, Pegadaian berkomitmen penuh untuk menjangkau serta memenuhi berbagai macam kebutuhan finansial warga setempat secara cepat dan aman.
Manajer Bisnis Pegadaian Nabire, Febri Valentino, menjelaskan komoditas atau barang jaminan yang dapat diterima oleh pihak Pegadaian Nabire saat ini cukup beragam. Masyarakat dapat mengagunkan aset mereka mulai dari emas batangan, emas perhiasan, kendaraan bermotor roda dua hingga barang-barang elektronik habis pakai seperti laptop dan handphone.
Meski demikian, terdapat penyesuaian khusus untuk beberapa jenis barang tertentu seperti kendaraan roda empat. “Untuk mobil bisa, tapi karena keterbatasan kapasitas gudang kami, saat ini hanya menerima jaminan berupa BPKB saja. Sementara untuk barang fisik gudang, fokus utama kami adalah kendaraan bermotor roda dua dan emas, baik batangan maupun perhiasan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Pegadaian, Kamis (4/06/2026).
#Batasan Barang Branded dan Fleksibilitas Limit Gadai
Di sisi lain, Pegadaian Nabire menyatakan belum dapat menerima barang-barang bermerek (branded) seperti tas mewah atau jam tangan eksklusif. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan ruang penyimpanan khusus serta nilai pasarnya yang sangat fluktuatif, sehingga menyulitkan petugas dalam menentukan nilai taksiran yang akurat dan adil bagi nasabah.
“Kami masih kesulitan menaksir harganya secara presisi. Namun ke depan, jika situasi memungkinkan dan kondisi fisik barang tersebut masih sangat bagus sekitar 80%, peluang untuk mempertimbangkan penaksiran barang branded ini tentu bisa saja dibuka kembali,” tambahnya menjelaskan prospek layanan mereka.
Mengenai plafon pinjaman, Pegadaian Nabire menerapkan sistem limit gadai yang sangat fleksibel demi menyasar semua lapisan ekonomi. Proses pencairan dana pinjaman dapat dimulai dari nominal terkecil yaitu Rp50.000 hingga jumlah yang tidak terbatas, di mana semua nilai tersebut akan disesuaikan secara objektif dengan nilai taksiran riil dari barang jaminan yang dibawa nasabah.
“Kami bahkan pernah melayani nasabah yang melakukan gadai emas seberat 1 kilogram dengan nilai taksiran mencapai sekitar Rp2 miliar. Jadi, sistem limit di kami benar-benar fleksibel dan tidak ada batasan maksimal selama nilai barang jaminannya mencukupi,” jelasnya secara rinci mengenai kapasitas likuiditas kantor cabang tersebut.
#Inovasi Tabungan Emas dan Penyaluran KUR Tanpa Jaminan
Selain berfokus pada lini bisnis gadai, Pegadaian Nabire kini juga tengah gencar mendorong program inklusi keuangan melalui tabungan emas dan deposito emas. Memanfaatkan ekosistem digital lewat aplikasi Pegadaian, masyarakat Nabire kini sudah bisa mulai berinvestasi dan menabung emas dengan nominal yang sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp20.000 saja.
Konsep investasi ini menawarkan fleksibilitas tinggi di mana saldo tabungan yang dikumpulkan oleh nasabah dapat dikonversi menjadi fisik.
“Kalau di perbankan umumnya menabung uang, kalau di Pegadaian kita menabung emas. Syaratnya sangat mudah, cukup unduh aplikasi dan daftar. Menariknya, jika saldo sudah setara 1 gram, emas fisik 24 karat bisa dicetak dan diambil atau saldonya bisa diuangkan kembali kapan saja,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Pegadaian Nabire juga turut andil dalam pemulihan ekonomi sektor UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan yang dibagi menjadi dua tipe. Terdapat KUR Super Mikro untuk pinjaman di bawah Rp10 juta dengan bunga ringan sekitar 0,3% per bulan serta KUR Mikro untuk pinjaman di atas Rp10 juta dengan beban bunga sebesar 0,6% per bulan.
“Syarat utamanya adalah nasabah wajib memiliki usaha produktif yang aktif, seperti toko, kios, pertanian, perkebunan, peternakan atau sektor jual beli. Untuk usaha berbasis jasa seperti ojek atau kos-kosan saat ini belum bisa dibiayai,” ungkapnya.
Adapun dokumen yang dibutuhkan relatif standar, meliputi KTP, Kartu Keluarga, NPWP dan surat izin usaha.
#Tren Omzet Meningkat Menjelang Tahun Ajaran Baru
Memasuki periode menjelang pendaftaran sekolah baru, omzet aktivitas gadai di Pegadaian Nabire tercatat mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Fenomena tahunan ini terjadi karena banyak orang tua dan pelaku usaha yang memanfaatkan opsi penjaminan aset demi mendapatkan dana segar untuk biaya pendidikan anak serta tambahan modal kerja.
“Dari awal Mei sampai akhir Mei kemarin grafik transaksi terpantau naik. Portofolio barang jaminan kami didominasi total oleh emas sebesar 99%, sedangkan sisanya 1% berupa kendaraan, HP dan laptop,” pungkasnya.(amd)
Bagikan artikel ini



