NABIRE – PT Pegadaian (Persero) Nabire terus memperkuat perannya sebagai mitra inklusif penggerak ekonomi masyarakat Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Melalui layanan gadai emas berbasis syariah dan konvensional serta produk non-gadai, Pegadaian berkomitmen meningkatkan literasi keuangan dan kesejahteraan warga setempat.

Febri Valentino, Manajer Bisnis Pegadaian Nabire, pada saat podcast di Papuapostv, Sabtu (21/6/25) menjelaskan, Pegadaian Nabire memiliki banyak produk yang disediakan adapun produk unggulan yang ada di Pegadaian Nabire, yaitu layanan bisnis gadai dan bisnis pembiayaan. 

"Jadi yang termasuk gadai itu sendiri seperti emas, kendaraan, elektronik, sertifikat tanah dan gadai saham. Namun untuk gadai saham dan sertifikat tanah khususnya di Pegadaian Nabire ini masih layanan terbatas," ucapnya.

Febri juga menekankan bahwa layanan gadai emas menjadi solusi cepat dan aman bagi masyarakat untuk mengakses modal usaha dan bisa untuk mendaftar ibadah haji. 

"Produk Gadai Emas kami telah menjadi andalan warga Nabire. Dengan proses cepat, bunga kompetitif dan jaminan keamanan, masyarakat bisa mengatasi kebutuhan dana mendesak sekaligus mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kami juga menghadirkan fasilitas pendaftaran haji yang terintegrasi dengan Tabungan Emas. Syaratnya, calon jemaah harus memiliki simpanan minimal tiga setengah gram emas batangan. Program ini memadukan persiapan ibadah dengan investasi berkelanjutan," jelas Febri. 

Dalam setahun terakhir, layanan gadai emas di Pegadaian Nabire telah mencatatkan peningkatan transaksi didukung oleh edukasi finansial yang masif.

Sementara itu, Oktaviani Polii, Manajer Non-Gadai Pegadaian Nabire, menyoroti peran produk non-gadai seperti tabungan emas dan Kredit Cepat Aman (KCA) dalam membangun kebiasaan menabung dan investasi jangka panjang. "Melalui tabungan emas, kami mengajak masyarakat Nabire menyiapkan masa depan dengan cara sederhana. Selain itu, KCA membantu pelaku usaha mikro yang memerlukan pendanaan tanpa agunan untuk ekspansi bisnis," papar Oktaviani. 

Program Pegadaian 'Goes to Market' yang rutin digelar oleh Pegadaian Nabire juga berhasil menjangkau nasabah baru di daerah terpencil.

Dampak nyata bagi Nabire, kehadiran Pegadaian telah membuka akses keuangan formal bagi kelompok marjinal, termasuk petani dan nelayan. Pelatihan pengelolaan keuangan dan pendampingan UMKM yang dijalankan pegadaian turut mendorong kemandirian ekonomi.

Oktaviani juga menambahkan, Pegadaian Nabire memiliki komitmen kedepan, yaitu berencana memperluas jaringan layanan hingga ke daerah terpencil melalui kerja sama dengan BUMDes dan mobile service. 

"Target kami tahun 2025 ini adalah meningkatkan jumlah nasabah non-gadai dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk program pemberdayaan," tambah Oktaviani.

Dengan kolaborasi antar manajemen gadai dan non-gadai, Pegadaian Nabire optimis dapat terus memantapkan perannya sebagai agent of development yang mengEMASkan kehidupan masyarakat Papua.(pal)