NABIRE – Guna mewujudkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar, Perusahaan Terbatas (PT) Tunas Anugerah Papua (TAP) Kabupaten Nabire telah membangun komunikasi dengan semua pihak yang ada di daerah, baik itu dengan pemerintah, masyarakat, pemangku kebijakan, tokoh adat dan stakeholder, bahkan pesaing bisnis sekalipun.Hal ini seperti terang Fidel Patrouw, SE, selaku Pimpinan Operasional PT TAP Nabire kepada media ini siang kemarin di ruang kerjanya.Dikatakan Fidel, belakangan ini kerap muncul isu-isu dan kabar miring seputar sepak terjang perusahaan yang dipimpinnya dalam mengelola sumber daya alam milik masyarakat, khususnya yang ada di Nifasi Distrik Makimi Kabupaten Nabire. Informasinya beragam, lanjut Ketua Yayasan Predestinasi Papua ini, dari soal perizinan perusahaan yang dikomandoinya hingga soal sengketa lokasi pertambangan, yang tentunya muaranya tidak menguntungkan khususnya bagi masyarakat setempat. “Kami kadang berbuat sesuatu yang menurut kami itu baik, kadang ditanggapi miring oleh sebagian pihak lainnya, sehingga saat ini kami coba bangun jaringan untuk dapat berkomunikasi dengan semua pihak, salah satunya dengan membuat pengerukkan Bendungan Biha yang ada di Distrik Makim, yang mulai nampak terjadi pendangkalan,” tandasnya.Terkait bagian dalam normalisasi bendungan ini, menurut Fidel, telah mulai dilaksanakan Sabtu, 21 Januari kemarin. Dengan harapan, pasir maupun lumpuh yang ada disekitar bendungan tersebut dapat dikeruk dan arus air dapat kembali berjalan dengan normal. “Ini bukti dan bagian kecil yang kita lakukan. Banyak upaya yang kita perbuatan untuk masyarakat dan lingkungan di areal perusahaan kami khususnya. Sebelumnya kami juga lakukan perbaikan jalan,” ucapnya seraya menambahkan, bagian untuk kesejahteraan kita sudah lakukan jauh hari dan untuk/menyangkut bidang kesehatan masyarakat kita dalam waktu dekat akan mengoperasikan satu ambulans, yang dilengkapi dengan perlengkapan medis dan dokter (bentuk Puskesmas keliling/mobile) untuk melayani masyarakat di daerah ini, khususnya di Kampung Nifasi dan sekitarnya serta beberapa daerah yang ada di Distrik Makimi. Diluar itu, tidak menutup kemungkinan untuk masyarakat umum di daerah ini.(wan)