NABIRE - Perlombaan Tilawah Al-Qur'an tidak hanya menguji kemerduan suara dan keindahan irama, tetapi juga ketepatan dalam memahami kaidah tajwid dan fasohah. Salah satu aspek krusial yang sering menjadi sorotan dewan hakim adalah cara berhenti (waqaf) dan memulai (ibtida') bacaan. 

K.H. Rohimin Abdulrohman, anggota dewan hakim bidang fasohah menjelaskan secara gamblang aturan-aturan ini saat diwawancarai oleh awak media ini di Gedung Islamic Center, Minggu (13/07/2025).

Menurut KH. Rohimin, pedoman waqaf dan ibtida' dalam ilmu nahwu shorof, khususnya dalam fasohah, sangatlah ketat. “Yang diharapkan dari fasokah, ketika berhenti, sesuai dengan aturan,” tegasnya. 

Ia mencontohkan, mubtada' (subjek) harus berhenti di khobar (predikat), membentuk satu kesatuan makna yang utuh. Demikian pula, fi'il (kata kerja) dan fa'il (pelaku) harus dihentikan secara bersamaan pada fa'il untuk menjaga kelengkapan kalimat. Jika terdapat fi'il, fa'il dan maf'ul bih (objek), ketiganya juga harus menjadi satu paket saat berhenti.

KH. Rohimin menyoroti kesalahan fatal yang sering terjadi, yaitu waqaf pada kalimat fi'il namun belum ada fa'il. Kesalahan semacam ini dikategorikan sebagai salah jali (kesalahan jelas). Dampak dari salah jali dalam fasohah cukup signifikan. “Kalau salah jali ini dalam fasokah, tergantung kalau merubah makna, itu jali bisa dipotong 6 poin,” jelasnya. Sementara itu, kesalahan khafi (tersembunyi), meskipun terkesan lebih ringan, tetap memiliki konsekuensi. “Kalau yang kofi setengah, tapi dikalikan 2, berarti 1,” imbuhnya.

Kompleksitas penilaian dalam lomba tilawah ini memang mencakup berbagai bidang. Kyai Haji Rohimin menyebutkan empat aspek utama yang dinilai: tajwid, fasohah, suara dan lagu dalam bidang tilawah. Hal ini menunjukkan betapa komprehensifnya evaluasi yang dilakukan untuk menentukan peserta terbaik.

Sementara itu, proses seleksi untuk babak final telah rampung. Sebanyak dua belas peserta telah lolos ke final, terdiri dari enam peserta tingkat anak-anak (tiga putra dan tiga putri) dan enam peserta tingkat dewasa (tiga putra dan tiga putri).

Mengenai identitas juara, KH. Rohimin menyatakan bahwa informasi tersebut masih dirahasiakan oleh Dewan Hakim hingga pengumuman resmi. “Itu dirahasiakan, jadi sampai saat ini dari dewan hakim tidak berani mengeluarkan sebuah rahasia itu,” ujarnya. 

Para pecinta Al-Qur'an pun diminta bersabar menanti pengumuman juara 1, 2 dan 3 dari kategori putra dan putri pada malam ini.(sam)