Pedagang Pasar Kartum Tak Nyaman Pasca Polisi Ditarik dari Pospol
NABIRE - Sejak ditariknya aparat kepolisian dari Pos Polisi (Pospol) depan Pasar Karang Tumaritis (Kartum), sejak itu pula para pedagang yan
NABIRE - Sejak ditariknya aparat kepolisian dari Pos Polisi (Pospol) depan Pasar Karang Tumaritis (Kartum), sejak itu pula para pedagang yang ada di lingkungan Pasar Kartum tidak merasa nyaman dalam aktifitas penjualan.
Terhitung sudah memasuki tiga bulan berjalan ini, para pedagang sudah merasa tidak nyaman dan terus diganggu oleh sejumlah pihak dengan cara kekerasan dan tidak manusiawi. Hal ini imbas dari tidak adanya aparat kepolisian yang ditugaskan pada Pospol Pasar Kartum itu.
Dari keributan yang kerap terjadi ini, Forum Padagang Pasar Kartum telah berupaya bertemu dengan sejumlah pihak di Kabupaten Nabire yakni Sekda Nabire. Selain itu forum juga berupaya bertemu langsung dengan pihak kepolisian dari Polsek hingga pejabat Polres serta Kepala Badan Pendapatan Daerah. Namun upaya yang dilakukan Ketua Forum Padagang Pasar Kartum belum ada jawaban.
“Upaya kami para pedagang ingin merasa nyaman dalam beraktifitas berjualan. Apabila tidak ada bantuan aparat kepolisian yang datang bertugas di Pospol yang ada di Pasar Karang Tumaritis, dipastikan gangguan keamanan ini tidak akan berakhir dan justru akan menimbulkan masalah yang lebih besar lagi,” kata Ketua Forum Pedagang Pasar Karang Tumaritis, H. Suwandi, S.Pd, M.Pd kepada Papuapos Nabire, Senin (31/5/21).
Dirinya selaku Ketua Forum Komunikasi Pedagang Pasar Kartum sangat memohon adanya kebijakan dan perhatian langsung dari Kapolres Nabire untuk dapat menempatkan aparat kepolisian di Pospol guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pedagang. Sebab perlakukan yang telah dilakukan oleh para pelaku ini, sudah masuk pada upaya penjambretan,p alak-palak dan kegiatan perjudian yang dilakukan terhadap semua pedagang yang ada di lingkungan dalam pasar Kartum.
Kata dia, selama ini jika ada persoalan, para pedagang cenderung menyelesaikan dengan cara versi para pedagang yang terkadang justru menimbulkan persoalan yang lebih besar.
Padahal kalau ada aparat kepolisian di Pospol pasti hal-hal yang kecil bisa dapat minimalisir. Sehingga tidak dapat menimbulkan persoalan yang lebih besar lagi. Selama ini jika ada masalah, para pedagang lebih cenderung mendiamkan masalah dan tidak dibesar-besarkan ke publik. (des)
Bagikan artikel ini



