Pastor Yonas Priono Sahkan Pasangan Suami Istri dan Baptis Anak dalam Perayaan Kenaikan Tuhan Yesus di Moanemani

DOGIYAI – Suasana penuh sukacita dan khidmat mewarnai Perayaan Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus di Gereja Katolik Santa Maria Imaculata Moanemani, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Minggu (24/5/2026). Dalam perayaan Ekaristi tersebut, Pastor Paroki Moanemani, Pastor Yonas Priono, Pr, memimpin prosesi pembaptisan anak serta pengesahan pasangan suami istri yang telah mengikuti pembinaan keluarga selama beberapa bulan terakhir.
Momen istimewa ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan iman dan kehidupan keluarga Katolik yang telah dipersiapkan secara khusus oleh Dewan Paroki bersama Pastor Paroki. Para pasangan dan keluarga yang mengikuti proses tersebut sebelumnya telah menjalani pembinaan selama kurang lebih tiga bulan sebagai persiapan menuju pengesahan dalam Gereja.
Dalam homilinya, Pastor Yonas Priono menekankan pentingnya keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan yang harmonis dan penuh kasih. Ia mengaitkan pesan tersebut dengan makna Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus yang mengajarkan umat untuk terus bertumbuh dalam iman dan pengharapan.
"Keluarga adalah pondasi utama kehidupan. Dari keluarga lahir komitmen antara suami dan istri untuk saling mendukung, mendidik, serta membesarkan anak-anak dalam kasih dan nilai-nilai Kristiani," ujar Pastor Yonas di hadapan umat yang memadati gereja.
Menurutnya, keharmonisan keluarga tidak hanya tercermin dalam hubungan antara suami, istri, dan anak-anak, tetapi juga dalam relasi dengan masyarakat sekitar. Kehidupan yang rukun, damai, dan saling menghormati menjadi kunci terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua orang.
Pastor Yonas juga mengajak para orang tua untuk menjadikan doa sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam berbagai situasi, baik suka maupun duka, keluarga diajak untuk tetap bersatu dan menyerahkan seluruh perjalanan hidup kepada Tuhan.
"Ajarkan anak-anak untuk berdoa bersama. Dalam keadaan senang maupun susah, jadikan doa sebagai kekuatan keluarga. Melalui firman Tuhan yang kita dengarkan hari ini, kita diajak untuk saling menghargai dan mengasihi sesama tanpa membeda-bedakan siapa pun," pesannya.
Ia menambahkan bahwa setiap orang dipanggil untuk membangun persaudaraan sejati, baik dalam keluarga maupun lingkungan sosial. Perbedaan latar belakang, kebiasaan, maupun cara hidup tidak boleh menjadi penghalang untuk hidup berdampingan secara damai.
Prosesi pembaptisan dan pengesahan pasangan suami istri berlangsung dengan penuh haru. Keluarga yang mengikuti sakramen tersebut tampak bahagia karena telah menerima berkat dan penguatan dari Gereja untuk menjalani kehidupan berkeluarga yang lebih kokoh dalam iman.
Usai perayaan, ucapan selamat dan doa dari umat mengalir kepada para keluarga yang menerima sakramen. Suasana keakraban terlihat di halaman Gereja Santa Maria Imaculata Moanemani ketika umat memberikan dukungan dan harapan agar keluarga-keluarga yang baru disahkan semakin menjadi teladan dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.
Perayaan ini menjadi momentum penting bagi umat Katolik di Moanemani untuk memperbarui komitmen hidup beriman sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai pusat pendidikan iman, kasih, dan persaudaraan di tengah masyarakat. (don)
Bagikan artikel ini



