NABIRE – Perayaan Paskah bagi umat Katolik di Paroki Modio dan Quasi Abouyaga, Distrik Mapia Barat Kabupaten Dogiyai, dilaksanakan di masing-masing pos (kampung). Paroki Modio tidak melibatkan umat dari Pos Atou, Putapa dan Diyeugi salam perayaan pekan Paskah yang dimulai sejak, Minggu Palma hingga hari raya Paskah. Pastor Paroki Modio, Romo Biru Kira, Pr melalui telepon selulernya, Senin (13/4) menjelaskan, Paroki Modio tidak merayakan Paskah untuk satu paroki tetapi disepakati untuk merayakan di masing-masing pos. Hal ini sesuai dengan kebijakan pimpinan gereja Keuskupan Timika dan imbauan pemerintah untuk tidak melaksanakan kegiatan yang melibatkan banyak orang selama masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).  Romo Biru Kira menjelaskan, dalam pertemuan antara pastor, dewan Paroki dan pemimpin Pos sebelum memasuki masa Paskah sudah disepakati untuk melaksanakan Perayaan Pekan Paskah di masing-masing pos. Oleh sebab itu, sejak Minggu Palma (Minggu, 5/4), masing-masing pos merayakan Paskah di pos-nya. Pator Paroki Modio menambahkan, sekalipun sudah disepakati merayakan Paskah di masing-masing pos, selama perayaan, Pos Atou (Kampung Atou) dan Pos Putapa (Kampung Putapa) Distrik Mapia Tengah, mereka gabung, setelah kesepakatan sendiri antar dua pos. Atou dan Putapa merayakan paskah bergilir sejak Kamis (peringatan Perjamuan terakhir) hingga hari raya Paskah (Minggu -12/4), satu hari di Pos Atou dan satu hari lahir di Pos Putapa. Sedangkan di Modio, kata Romo Biru Kira, sebagai pusat paroki, merayakan pekan hari raya Paskah di Modio, tidak mengundang umat dari paroki lain. Sementara Quasi Abouyaga (persiapan menuju paroki sendiri), Distrik Mapia Tengah, merayakan Paskah di Abouyaga, sekalipun sebelumnya sudah disepakati untuk merayakannya di pos masing-masing. Perayaan Paskah di Quasi Abouyaga, melibatkan umat Katolik dari Pos Yegoukotu, Kitakebo. Pagouda dan Abouyaga sebagai tempat Quasi, pemekaran dari Paroki Modio. Ketika ditanya tentang perayaan paskah di Paroki Apogomakida, Distrik Piyaiye, Romo yang dipercayakan menanganai pelayanan pastoral di Piyaiye ini mengatakan umat merayakan Paskah di Paroki Apogomakida dan umat di Deneiode merayakannnya di Deneoide. Akibat dari mewabahnya penyebaran virus Covid-19 dan terputusnya hubungan darat, laut dan udara, bantuan tenaga pastor dari luar seperti Jayapura, Timika dan Nabire juga tidak ada. Padahal, rencana semula, Paroki Modio dilayani oleh pastor tamu dari Jayapura selama perayaan Paskah, sementara Romo Biru Kira sendiri di Quasi Abouyaga. Namun, karena wabah Corona, semula rencana batal, perayaan paskah diadakan di masing-masing kampung.(ans)