Pasca Penembakan, Ketua DPRD Deiyai Keluarkan Pernyataan
DEIYAI – Ketua DPRD Kabupaten Deiyai, Petrus Badokapa, mengeluarkan pernyataan pasca terjadinya penembakan terhadap masyarakat di Aula DPRD Deiyai. Atas nama lembaga DPRD, keluarga maupun pribadi turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas tewasnya seorang warga atas nama Enal. Semoga Tuhan Allah memberi penghiburan kepada keluarga yang telah ditinggalkan.

DEIYAI – Ketua DPRD Kabupaten Deiyai, Petrus Badokapa, mengeluarkan pernyataan pasca terjadinya penembakan terhadap masyarakat di Aula DPRD Deiyai. Atas nama lembaga DPRD, keluarga maupun pribadi turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas tewasnya seorang warga atas nama Enal. Semoga Tuhan Allah memberi penghiburan kepada keluarga yang telah ditinggalkan.
Kata dia, lembaga DPRD Kabupaten Deiyai mengutuk keras kepada siapapun yang menjadi pelaku penembakan. Lembaga DPRD Kabupaten Deiyai juga sangat menyayangkan terjadi penembakan tersebut. Kejadian seperti ini sangat tidak diinginkan oleh seluruh umat manusia.
“Kami sangat heran dengan kejadian ini. Karena terjadi di depan Kodim Kabupaten Deiyai dan area perkantoran Pemda Kabupaten Deiyai. Bahkan, ada Polres Deiyai yang sementara ditempati di Kantor Bappeda Deiyai. Dan juga Pos Brimob juga masih dalam satu kompleks. Hal ini tentu buat semua pihak bertanya-tanya. Karena selama ini tidak pernah OPM atau TPNPB lakukan penembakan di seluruh wilayah Kabupaten Deiyai, terutama di area perkantoran, Tigidoo, Deiyai,” tulis Ketua DPRD Deiyai dalam pernyataannya yang dirilis ke media.
Kata dia, kejadian penembakan ini merupakan sejarah baru yang terjadi di Kabupaten Deiyai. Selama ini, kejadian seperti ini tidak pernah terjadi. Lembaga DPRD Kabupaten Deiyai menilai ada orang-orang tertentu sedang berupaya ciptakan kondisi Deiyai untuk tidak aman. Karena sejak hadirnya Kabupaten Deiyai hingga saat ini Deiyai merupakan salah satu kabupaten teraman di Papua.
Buktinya, selama ini tidak pernah terjadi kejadian aneh yang merugikan banyak pihak. Semua pihak sudah kerja sama menjaga Kamtibmas Kabupaten Deiyai. Baik itu saudara-saudari pedagang yang berasal dari luar Papua maupun orang asli Deiyai.
“Dari informasi yang beredar di atas, terjadi di dalam Aula Gedung DPRD. Terkait hal ini, kami menduga ada pihak yang sedang bekerja untuk merusak lembaga DPRD Deiyai. Maka itu, untuk ke depan, setelah kami lembaga DPRD tidak akan pernah izinkan kegiatan selain dari dinas. Jika ada pihak yang ingin gunakan gedung aula DPRD Deiyai, harus meminta izin dengan surat resmi,” tuturnya.
Dari informasi dikatakan 1 pucuk laras Panjang. Lanjut Ketua DPRD Deiyai, hal ini merupakan hal baru yang terjadi di Deiyai. Karena selama ini masyarakat Kabupaten Deiyai tidak pernah melakukan perampasan senjata dalam bentuk apapun dari aparat keamanan yang bertugas di seluruh wilayah Kabupaten Deiyai.
Dalam pernyataannya, Ketua DPRD Deiyai meminta penyelanggara permainan bulu tangkis di Aula DPRD Kabupaten Deiyai segera bertanggung jawab dengan kejadian yang telah terjadi. Karena jika tidak ada pertandingan yang dilakukan, sangatlah tidak mungkin terjadi kejadian seperti ini.
“Kami lembaga DPRD Deiyai menolak dengan tegas penambahan pasukan keamanan dalam satuan apapun hanya karena dengan kejadian ini. Kami Lembaga DPRD Deiyai juga menolak segala cara yang sedang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dalam rangka menciptakan keadaan Deiyai ini sebagai daerah konflik. Kami DPRD Deiyai menolak dengan tegas segala tuduhan yang salah kepada masyarakat Deiyai sebelum ada pengungkapan pelaku dengan sebutan KKB dan lain-lain. Di Deiyai tidak ada KKB,” paparnya.
Maka itu, lanjut Petrus Badokapa, kepada seluruh masyarakat Kabupaten Deiyai untuk tidak terprovokasi dengan semua isu yang tidak benar. Dan diharapkan untuk tetap menjalankan pekerjaan sehari-hari seperti biasa.
“Kami lembaga DPRD, Pemda Deiyai, pihak keamanan, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat akan duduk bersama untuk membicarakan masalah ini. Kepada aparat keamanan segera ungkap pelaku dan memberikan hukuman sesuai undang-undang yang berlaku. Kepada Kepolisian untuk tidak memberitakan secara berlebihan di media untuk kasus ini sebelum kita duduk bersama untuk membicarakan hal ini,” ujarnya. (PPN)
Bagikan artikel ini



