Pasca Penembakan, Intan Jaya Aman
SUGAPA – Pasca penembakan yang menewaskan 3 orang tukang ojek, saat ini situasi di wilayah Kabupaten Intan Jaya aman dan terkendali. S
Bagikan
SUGAPA – Pasca penembakan yang menewaskan 3 orang tukang ojek, saat ini situasi di wilayah Kabupaten Intan Jaya aman dan terkendali. Situasi daerah yang aman terlihat dari tetap berjalannya pelayanan pemerintahan di Kabupaten Intan Jaya dan beraktifitas seperti biasa dari warga masyarakat Kabupaten Intan Jaya. Seperti dikatakan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si di Sugapa, pasca peristiwa penembakan terhadap 3 orang tukang ojek oleh kelompok separatis bersenjata di Desa Pugusiga Kabupaten Intan Jaya secara umum situasi keamanan di Kabupaten Intan Jaya kondusif. Kondusifitas daerah ini terlihat pada bidang pemerintahan dimana setiap kantor pemerintahan sedang beraktifitas di Sugapa. Selain itu, di pasar juga sudah ramai masyarakat. “Ini menjadi dua indikator bahwa aktifitas di ibukota Kabupaten Intan Jaya berjalan seperti biasa. Walaupun ada keresahan, ada hoax-hoax yang terjadi tapi situasi daerah aman. Karena kejadian itu pasti setiap orang merasa was-was,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakan Bupati Nato, dirinya dari awal sudah menghimbau kepada seluruh warga pendatang maupun masyarakat Intan Jaya asli agar tetap menjaga keamanan daerah. Kata bupati, masyarakat bisa tenang karena yang menjadi pelaku penembakan itu bukan orang warga Intan Jaya. Tetapi pelau adalah orang yang datang dari arah Beoga. “Dengan demikian warga disini tetap keamanan dan ketertiban tetap terjaga dengan baik,” ujarnya. Lebih jauh disampaikan Bupati Nato, pasca penembakan itu, tidak ada warga Intan Jaya yang eksodus. Karena terhadap korban, pihak pemerintah daerah betul-betul bertanggung jawab memfasilitasi dengan mengirim jenasah ke keluarganya. Dan masyarakat mengatakan bahwa keluarga korban sudah menerima dengan baik. “Di Makassar asrama kami juga bisa terjaga dengan baik karena kita pemerintah telah berbuat baik kepada keluarga korban. Kita hargai, kita pemerintah daerah dan masyarakat Intan Jaya tidak pernah menginginkan hal ini terjadi dan kami sesalkan hal ini,” ujarnya. Data yang diterima media ini, sehari seblum kejadian, pemerintah Kabupaten Intan Jaya melalui Bupati Natalis Tabuni juga sempat mengeluarkan himbauan. Himbauan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si ditujukan kepada pimpinan perangkat daerah, pimpinan tokoh agama, pimpinan tokoh masyarakat, para kepala desa, para ketua kerukunan dan masyarakat Intan Jaya. Isi surat himbauan tertulis, menindaklanjuti hasil rapat koordinasi lintas sektoral antara pemerintah daerah dan TNI/Polri yang dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2019 tetang rapat koordinasi yang membahas masalah adanya isu masuknya sekelompok orang yang bukan warga masyarakat Kabupaten Intan Jaya di wilayah Sugapa dan Hitadipa. Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, dan dalam rangka menjaga kondusifitas daerah maka disampaikan, pertama, untuk masyarakat agar tetap melaksanakan aktifitas sehari-hari sebagaimana biasanya dan tidak terpengaruh atau terprovokasi oleh orang-orang atau sekelompok orang yang bukan warga masyarakat Intan Jaya yang masuk di wilayah hukum Kabupaten INtan Jaya. Kedua, untuk para penyedia jasa ojek agar tidak beroperasi melewati batas Kampung Titigi dan Kampung Kumbalagupa Distrik Sugapa sampai dengan tanggal 30 Oktober 2019. Ketiga, untuk masyarakat agar tidak melakukan aktifitas pada malam hari di atas jam 21.00 WIT. Keempat, dilarang kepada masyarakat yang bukan penduduk Kabupaten Intan Jaya untuk masuk atau melewati batas Kali Wabu. Kelima. diminta kepada aparat keamanan TNI dan Polri untuk meningkatkan patroli dan menjaga keamanan di wilayah hukum Kabupaten Intan Jaya. (ros)
Bagikan artikel ini


