SUGAPA - Pasca kontak tembak, delapan lokasi dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang menyebabkan sipil dan anggota meninggal dunia akibat ditembak di daerah tersebut.

Pada Sabtu (26/9) pecan lalu, ada tiga lokasi yang dilakukan olah TKP yaitu Pos TNI Satgas Apter Hitadipa, Kampung Bomba Distrik Hitadipa dan Kampung Sugapa Lama, Distrik Hitadipa.

Sementara lima lokasinya dilakukan pada Minggu (28/9).

Seperti dilansir salah satu media online, Kapolres Intan Jaya, AKBP Wayan G Antara mengatakan, lima lokasi tersebut yakni Bandara, lokasi pembacokan tukang ojek, kedai penembakan tukang ojek dan dua titik di bawah gereja Katolik.

“Dari hasil olah TKP yang kami lakukan, barang bukti yang diamankan di bandara berupa busur panah, 20 anak panah dan yang disembunyikan di salah satu mes,” ucap Kapolres Wayan Antara, Senin (28/9).

Dikatakan, barang bukti tersebut telah diamankan di Polsek Sugapa.

Terkait dengan hasil olah TKP perlu mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan saksi lainnya.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menyampaikan, dalam kurun waktu dua bulan terakhir ini KKB telah melakukan aksi teror terhadap warga sipil dan aparat TNI-Polri di Kabupaten Intan Jaya.

Akibat teror yang terjadi sejak Agustus hingga September tahun 2020 itu, telah terjadi aksi kekerasan terhadap warga sipil dan TNI-Polri.

Dimana ada lima aksi kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia dan luka-luka.

“Salah satunya yang saat ini tengah didalami oleh aparat TNI-Polri yakni penembakan terhadap Pdt. Yeremia Zanambani yang terjadi pada Sabtu (19/9),” papar Kamal.

Lanjut Kamal, selain kekerasan terhadap warga, KKB juga melakukan aksi teror terhadap aparat TNI-Polri.

Dimana dalam kurun waktu 1 minggu ini sudah 2 kali KKB melakukan aksi teror yakni, pada Rabu (23/9) yang terjadi di dua tempat yakni di depan Kantor Bupati dan di Pasar Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Terakhir terjadi pada Jumat (25/9), dimana kelompok ini melakukan aksi teror dengan menembak aparat gabungan TNI-Polri saat perjalanan pulang mengantar Wakapolda Papua.

“Kami akan lakukan penegakan hukum terhadap siapa saja yang melakukan tindakan kriminal, apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang.

Kehadiran TNI-Polri di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman, sehingga masyarakat dapat melakukan aktifitas dengan aman dan nyaman tanp adanya rasa takut atau teror yang dilakukan oleh KKB,” kata Kamal.

(fia/nat) Pemkab Pertemuan Terbuka dengan Kurir KSB Pasca kontak senjata terakhir Jumat (25/09) pekan lalu, kondisi Sitkamtibmas di Kabupaten Intan Jaya berangsur-angsur pulih.

Hal itu terlihat dari aktivitas masyarakat yang sudah berjalan seperti biasa.

Aktivitas seperti ibadah gereja, jual beli di pasar maupun kios, mulai berjalan lagi di Sugapa, Hitadipa dan Titigi yang menjadi tempat kontak senjata.

Selain itu mulai Senin (28/09) kemarin, pihak bandara mulai melayani penerbangan penumpang dan barang dari Nabire dan Timika, serta berjalan aman dan lancar.

Guna lebih mengkondusifkan situasi keamanan di kabupaten Intan Jaya pasca rentetan kasus penembakan, pemkab Intan Jaya berencana melaksanakan pertemuan akbar secara terbuka dan bersifat umum.

Direncanakan pertemuan dilaksanakan Selasa (29/09), melibatkan semua komponen baik tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, TNI-Polri, Pemkab Intan Jaya dan kurir dari Kelompok Sipil Bersenjata.

Pertemuan tersebut dipimpin Bupati di halaman Kantor Bupati Intan Jaya, guna mencari solusi pemulihan keamanan konflik bersenjata di Intan Jaya.

Terkait rencana ini Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni mohon doa dari semua pihak, agar pertemuan dapat terwujud dengan baik dan dapat menemukan solusi bersama. (ist)