SENTANI - Pasca jatuhnya maskapai penerbangan Tariku Aviation Rabu (03/10) lalu, pihak Tariku sempat menghentikan aktivitas penerbangan selama kurang lebih dua minggu.Namun, sejak Selasa (16/10), pihak Tariku penerbangan sudah kembali normal. Program Manager Tariku Aviation, Robin Hood Ratuntiga mengatakan, aktivitas penerbangan yang mulai normal, baru melayani penerbangan dengan tujuan Mamberamo Raya.   "Kami sudah melaksanakan dua flight dan semuanya menuju Mamberamo,"  ujar Robin. Disebutkannya, sejak pihaknya memulai kembali aktivitas penerbangan, ada dua pesawat yang dioperasikan yaitu pesawat berjenis pilatus dan berjenis PAC 750 XSTOL yang baru dengan model mirip dengan pesawat lama yang jatuh. "Penumpang kami pun full karena sudah cukup lama kami menghentikan penerbangan dan untuk mengangkut para penumpang, untuk saat ini kami menggunakan pesawat berjenis pilatus," imbuhnya. Disebutkannya, para antusias penumpang Tariku tidak mengalami penurunan. Pasalnya, bagi para penumpang khususnya di Papua, kejadian jatuhnya pesawat merupakan hal yang biasa mengingat cuaca di Papua yang sering berubah-ubah. "Para penumpang mengetahui bahwa kecelakaan kemarin itu karena cuaca sehingga tidak mempengaruhi penumpang lain," katanya. Menurutnya, para pilot Tariku pun tidak ada yang mengalami trauma atas kejadian jatuhnya salah stau pesawat Tariku tersebut sehingga aktivitas di hanggar Tariku berjalan seperti biasanya. Sedangkan, ketika dikaitkan dengan aksi protes sejumlah warga atas penghentian sementara penerbangan Tariku, Robin mengungkapkan bahwa kejadian tersebut dikarenakan keluarga korban yang tidak terima karena dilarang melihat jenazah korban. "Aksi protes kemarin bukan karena penghentian penerbangan kok," urainya. Ditambahkannya, pihaknya berharap tentunya tidak ada kecelakaan lagi dan berusaha untuk memperbaiki kekurangan yang ada. "Kami pun akan berusaha mengantisipasi cuaca yang sering berubah-ubah dan disesuaikan dengan jadwal penerbangan," jelasnya. Sebelumnya, pesawat jenis PAC 750 XSTOL dengan nomor registrasi PK-RWT milik maskapai penerbangan Tariku Aviation dengan rute Dekai-Corupun-Dekai pada Rabu siang (03/10) sekitar pukul 11.00 WIT,  yang berawakan seorang pilot bernama Capt. Christian Yus dan seorang penumpang bernama Poldus Osu jatuh karena menabrak tebing akibat cuaca yang buruk. Korban ditemukan dalam kondisi tewas pada Jumat siang (05/10) pada pukul 13.00 WIT oleh tim SAR gabungan yang berhasil sampai di lokasi kecelakaan yaitu di Kampung Dagi Kabupaten Yahukimo, akhirnya jenazah sang pilot bisa diterbangkan kembali ke Sentani pada Sabtu siang (06/10) pada pukul 12.30 WIT dan dimakamkan pada Minggu (07/10) sekitar pukul 14.00 WIT. (Ismawan)