NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire telah membangun pasar bagi masyarakat Distrik Makimi diawal tahun 2000an, namun pasar yang telah dibangun itu tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Distrik Makimi hingga saat ini. Dan setelah membangun pasar, Pemerintah Kabupaten Nabire kembali juga membangun sejumlah barak Ruko di seputar lokasi pasar yang sama, namun hingga saat ini sejumlah Ruko dan pasar tidak dimanfaatkan oleh masyarakat 6 kampung sedistrik Makimi. Malah masyarakat berjualan di Pasar Sore Kampung Biha (SP1) Distrik Makimi dan Pasar pagi Kampung Lagari Jaya (SP 2), dimana pada kegiatan pasar pagi masyarakat jualan hingga bahu jalan dan semua kendaraan, pedagang hingga pembeli dapat diparkirkan di sepanjang ruas jalan yang akhirnya membuat kemacetan jalan umum. Dari hasil pantauan wartawan media ini Sabtu (28/7), di Kampung Lagari Jaya, terlihat pasar pagi ini sangat ramai dikunjungi masyarakat dan pembeli, namun tanah yang digunakan sebagai lokasi pasar pagi sangat sempit, sehingga para pedagang dapat menjual hasil kebun, peternakan hingga tangkapan nelayan dibahu jalan. Sehingga kehadiran pemerintah distrik semenjak tahun 2004 oleh Kepala Distrik Makimi pertama Permianus Youw, S.Sos hingga saat ini Fransiskus Douw dinilai gagal membawa masyarakat pada perputaran kehidupan ekonomi yang lebih baik, dengan membuka lokasi pasar dan Ruko yang ada sebagai pusat penjualan hasil masyarakat setempat. Untuk itu, disarankan kepada Kepala Distrik Makimi saat ini Fransiskus Douw bersama 6 kepala kampung sedistrik Makimi agar dapat mengfungsikan pasar yang telah dibangun bersama Ruko yang ada sesuai dengan peruntuhkan pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Nabire. (des)