DOGIYAI – Pemerintah Kabupaten Dogiyai, menertibkan seluruh kendaraan bermoot baik roda dua maupun roda empat yang berada di terminal lama agar berpindah di Pasar Baru di Takopo, Ekemani.Penertiban ini dilakukan dalam rangka mendukung kebersihan, ketentraman dan kenyamanan bagi mama-mama yang selama ini berjualan dipinggiran jalan, sehingga nantinya di pasar baru bisa beroperasi dengan baik. Bupati Dogiyai Herman Auwe, mengatakan seluruh kendaraan baik roda maupun roda empat yang parkir di terminal, maupun sering parkir di jalan poros Nabire – Ilaga, segera pindah di Pasar Baru Tokapo.“Kalau masih saja parkir dipinggiran jalan akan menganggu lalu lintas jalan. Ini akan berdampak pada kesehatan,” ujar Herman Auwe saat mengajak para pengemudi kendaraan roda dua dan empat yang ada di sekitar terminal Moanemani, Kamis (26/05).Sementara itu, Plt Kepala Perindakop, Andreas Gobai, mengaku penertiban yang dilaksanakan tersebut merupakan tugas pemerintah untuk bagaimana mengatur dan menfasilitasi pasar dengan baik, sehingga pihaknya menertibkan roda dua dan empat agar berpindah ke lokasi Pasar Baru di Kali Tokapo.“Tugas kami pemerintah mengatur, sehingga kita mulai bicara dari hati ke hati, supaya pasar baru di Tokapo bisa beroperasi dengan baik. Yang paling penting adalah bagaimana mama-mama berjualan dengan baik di pasar baru. Ini yang kami tata baik,” katanya.Terkait penertiban pasar baru, pihaknya juga meminta kepada kepala distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh adat maupun semua elemen masyarat untuk mendukung program yang dilakukan pemerintah ini.“Kalau tanpa dukungan dari semua elemen dari masyarakat, pasar di Kali Tokapo tidak beroperasi dengan baik. Sekali lagi kami minta dukungan dari semua masyarakat,” tuturnya.Mantan Ketua AMTPI ini menambahkan, setelah sudah tertata dengan baik di pasar baru, maka pihaknya juga akan mendengarkan aspirasi mama-mama untuk pembagian tempat jualan. “Untuk pembagian tempat jualan, kami akan dengar suara dari mama-mama. Kemauan mereka seperti apa, kita akan ikut,” ucapnya.Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Dogiyai, Yani Bobii menuturkan hal yang sama. Ia mengatakan terkait pemindahan pasar baru, pihaknya hanya mendengar aspirasi dari masyarakat. “Kemauan mama-mama seperti apa kita dengarkan, kalau mama-mama masih jualan di pasar lama, yang kita harus siapkan pasar disitu. Inikan kemauan mama-mama, jadi harus dengar,” katanya.Seharusnya, menurut dia, kalau mama-mama belum bisa berpindah kesana, solusinya adalah harus menyiapkan pasar permanen di setiap titik di wilayah-wilayah perbatasan distrik.“Misalnya, di Distrik Kamuu bisa siapkan di jalan pertigaan Ikebo, kemudian Distrik Dogiyai, Kamuu Timur dan Kamuu Utara bisa bangun di Idakebo, Mapia dan lainnya,” ucapnya.Salah satu Mama Yosepina Iyai, mengaku masih berjualan dipinggiran jalan karena di pasar baru tidak tersedia untuk berjualan disana. “Ya kami tetap jualan disini, kalau kami kesana pun tidak ada tempat bagi kami. Lebih bagus kita jual saja disini, apalagi daya beli terhadap jualan sangat banyak,” tuturnya. (gus)