Para Kepala SPPG Survei Harga di Pasar, Pastikan Kualitas Gizi Tetap Terjaga

NABIRE – Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, bersama seluruh kepala SPPG dan koordinator Badan Gizi Kabupaten Nabire melakukan survei harga bahan baku di Pasar Kalibobo, Selasa (3/2/2026) siang. Kegiatan ini bertujuan memastikan kebutuhan bahan pokok dapur SPPG di Kabupaten Nabire tetap terpenuhi di tengah adanya laporan kenaikan harga dari para supplier.
Marsel Asyerem menjelaskan, pihaknya turun langsung ke lapangan untuk mencocokkan laporan tersebut dengan kondisi riil di pasar. “Kami bersama seluruh kepala SPPG melakukan survei untuk memastikan laporan dari supplier benar adanya. Setelah kami cek di pasar, memang terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti kacang, telur dan minyak goreng,” ujarnya.
Ia menegaskan, langkah ini dilakukan agar setiap kebijakan pembayaran kepada supplier tetap berdasarkan data yang akurat. Tambahnya, sesuai arahan Kepala Badan Gizi Nasional, meskipun terjadi kenaikan harga bahan baku, kualitas gizi makanan harus tetap dipertahankan.
Oleh karena itu, sebelum menyesuaikan pembayaran kepada supplier, pihaknya memastikan terlebih dahulu kondisi harga di lapangan. Dalam survei tersebut, tim mengunjungi tiga pasar, yakni Pasar Karang, Pasar Kalibobo dan Pasar Sore KPR, guna menjamin kualitas dan ketersediaan bahan pangan bagi dapur SPPG tetap terjaga.
Marsel Asyerem Pimpin Survei Harga Bahan Baku di Pasar
Koordinator Wilayah Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, memimpin survei harga bahan baku di beberapa pasar di Nabire, Rabu (4/3/2026). Survei ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan baku di pasar dan memantau tingkat kemahalan harga bahan baku di Kabupaten Nabire menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri.
Marsel Asyerem didampingi oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Nabire, mengunjungi tiga pasar, yaitu Pasar Karang, Pasar Kalibobo dan Pasar Sore KPR. Mereka melakukan survei harga bahan baku seperti beras, gula, minyak dan sayuran.

"Meski harga pasar naik, kualitas gizi dari Makanan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh kurang," kata Marsel Asyerem. "Kami akan tetap membayar bahan baku yang dibutuhkan sekalipun mahal, karena prioritas kami adalah memastikan masyarakat Nabire mendapatkan makanan yang bergizi dan sehat,” ujarnya.
Marsel Asyerem menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan MBG. "Kami akan terus memantau harga bahan baku dan memastikan bahwa MBG disalurkan kepada masyarakat dengan tepat dan efektif," katanya.
Survei harga bahan baku ini merupakan bagian dari upaya SPPG Kabupaten Nabire untuk memastikan ketersediaan bahan baku dan memantau tingkat kemahalan harga bahan baku di Kabupaten Nabire. ((agustinus/ist)
Bagikan artikel ini



