Para Guru dan Ortu Murid SDN 1 Wonorejo Datangi Kantor Bupati
NABIRE – Sebanyak 17 orang guru dan 15 orang tua (Ortu) murid SD Negeri 1 Wonorejo, Kamis (7/9/23) pekan lalu mendatangi Kantor Bupati Nabire untuk menyampaikan aspirasi terkait persoalan yang terjadi di sekolah, berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolahnya.

NABIRE – Sebanyak 17 orang guru dan 15 orang tua (Ortu) murid SD Negeri 1 Wonorejo, Kamis (7/9/23) pekan lalu mendatangi Kantor Bupati Nabire untuk menyampaikan aspirasi terkait persoalan yang terjadi di sekolah, berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolahnya.
Puluhan guru dan orang tua murid sempat menunggu beberapa saat di halaman Kantor Bupati Nabire. Setelah Sekda Nabire hadir, para guru dan orang tua murid dipersilahkan masuk di ruang kerja Sekda Nabire. Di dalam ruang Sekda, para guru dan orang tua murid menyampaikan aspirasi terkait persoalan yang terjadi di SDN 1 Wonorejo.
Mereka meminta pemerintah daerah dapat memperhatikan agar kepala sekolah selalu ada di tempat kerja. Keinginan guru kalau ingin sekolah itu maju agar ada pergantian kepala sekolah, agar ada nuansa baru di sekolah itu.
Dikatakan salah seorang guru, perbandingannya sangat jauh akhir-akhir ini dengan tahun-tahun lalu. Tahun ini sangat merosot nilai dari murid SDN 1 Wonorejo dibandingkan dengan tahun-tahun lalu.
Dikatakan orang tua murid tentang anak-anaknya yang belajar ini tidak apa-apa, guru sudah siap namun alat yang mau dipakai mengajar anak-anak tidak ada. Lanjut dari orang tua murid, dulu kapur sekarangkan spidol, dan spidol butuh uang. Dan guru-guru sekarang berupaya untuk bagaimana agar anak-anak ini belajar, lewat anak-anak juga disampaikan kepada orang tuanya. Alat tulis didapat dari guru-guru yang berjualan, dan murid-murid juga membantu guru-guru untuk berjualan agar bisa membeli alat tulis sekolah.
“Bagaimana generasi mau maju, dan bagaimana kelanjutan anak-anak nantinya untuk NKRI. Orang tua murid akan melakukan pemalangan, maksud pemalangan ini tidak menyusahkan guru dan murid namun bagaimana tanggapan pemerintah dan dinas pendidikan,” tutur salah satu orang tua murdi. (feb)
Bagikan artikel ini



