Papua Tengah Rumah Bersama, Mari Jaga Toleransi di Bulan Puasa

NABIRE - Memasuki Bulan Suci Ramadan 1447 H, Kepala Suku Besar Wilayah Meepago Provinsi Papua Tengah, Melkias Keiya, SH, kembali mengingatkan semua lapisan masyarakat di 8 kabupaten agar menjaga toleransi di awal bulan puasa, karena di wilayah Provinsi Papua Tengah ini merupakan rumah bersama.
Karena dengan menjaga nilai toleransi, persaudaraan dan kedamaian antar agama di bulan puasa ini dapat dinilai sebagai momentum yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah keragaman agama, suku dan budaya di Provinsi Papua Tengah.
Sebab bulan puasa bukan saja menjadi momen ibadah bagi umat muslim, juga kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk menunjukan sikap saling menghormati dan menjaga stabilitas keamanan di 8 kabupaten agar saudara kita yang sedang melaksanakan ibadah puasa dengan baik.
“Perlu kita pahami bahwa Papua Tengah ini rumah bersama yang di dalamnya ada banyak perbedaan, tetapi perbedaan itu bukan alasan untuk terpecah. Justru di bulan puasa ini marilah kita menjaga hati, jaga mulut dan jaga Tindakan, sehingga tidak saling melukai sesame,” Demikian bunyi siaran pers yang dikirim Melkias Keiya, yang diterima Papuapos Nabire, Kamis (19/2/2026).
Imbuhnya, toleransi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti menghormati waktu ibadah, menjaga ketertiban umum serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu konflik sosial.
Keiya juga menambahkan, semangat kebersamaan di wilayah Papua Tengah telah teruji dalam berbagai momentum keagamaan, baik saat perayaan natal, paskah maupun masuk bulan ramadan. “Nilai kearifan ini akan terus kita pupuk dan menjadi budaya gotong-royong yang harus tetap menjadi fondasi dalam kehidpan bermasyarakat,” tegasnya.
“Jika salah seorang membuat kekacauan semua bisa terdampak, tetapi jika semua berkomitmen jaga perdamaian, maka keamanan dan ketenraman pasti terpeliharra di manapun kita berada, baik itu siang maupun malam tanpa harus saling membedahkan suku agama dan budaya,” tambahnya.
Dan di akhir tulisannya, Keiya juga berharap Bulan Suci Ramadan 1447 H ini bisa membawa berkat, kedamaian dan mempererat hubungan antar umat beragama di seluruh tanah Papua. “Untuk itu marilah kita tunjukan bahwa tanah Papua Tengah ini tanah damai yang masyarakatnya hidup beradap dan bermartabat,” pungkas Melkias.(des)
Bagikan artikel ini



