NABIRE - Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen kuat untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui optimalisasi berbagai sektor strategis, mulai dari pertanian, peternakan, perkebunan hingga kelautan. Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan wilayah ini memiliki kekayaan alam yang sangat lengkap dan luar biasa, membentang dari laut utara hingga laut selatan, didukung oleh lahan luas yang potensial untuk dikelola secara profesional.

Dalam acara Talkshow 1 Tahun Kepemimpinan, pada Jumat (20/02/2026) lalu di Ballroom Gubernur, Meki menjelaskan kunci utama transformasi ekonomi daerah adalah melalui pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Menurutnya, kehadiran BUMD bertujuan untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) agar kemampuan masyarakat berada di atas rata-rata, yang pada gilirannya akan memicu kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Pemerintah berpandangan, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan APBD sangat bergantung pada kemampuan daerah dalam menghasilkan pendapatan mandiri. Dengan anggaran yang kuat, program-program pembangunan di Papua Tengah dapat berjalan lebih efektif. Saat ini, proses perizinan BUMD sedang digodok di Departemen Dalam Negeri (Depdagri) dan diharapkan segera rampung dalam waktu dekat agar pembangunan dapat segera diakselerasi.

Fokus utama pemerintah adalah membentuk BUMD yang bergerak di bidang pertambangan, pertanian serta pemberdayaan usaha mikro. Langkah ini diambil agar pengelolaan sumber daya alam tidak hanya mengandalkan pihak luar, tetapi dikelola langsung oleh daerah demi kemakmuran rakyat Papua Tengah. "Kita berharap izin ini segera selesai supaya kita bisa membangun negeri ini dengan fondasi ekonomi yang kokoh," ungkap Meki.

Sembari menunggu operasional BUMD, Pemerintah Provinsi Papua Tengah tahun ini mulai melakukan feasibility study (uji kelayakan) untuk sektor perikanan. Rencana besar telah disusun, termasuk pembangunan infrastruktur pelabuhan sandar ikan serta penyediaan fasilitas cold storage. Di Timika, direncanakan pembangunan cold storage berkapasitas 500 ton, sementara di Nabire akan disiapkan kapasitas 50 ton untuk menjaga kualitas hasil laut nelayan.

Pada sektor perkebunan, pemerintah melakukan langkah konkret dengan rencana penanaman 100 hektare kelapa di Nabire. Selain itu, komoditas kakao dan kopi juga menjadi prioritas dengan target penanaman sekitar 1 juta pohon yang tersebar di seluruh kabupaten wilayah pegunungan. 

Proyek ambisius ini didukung dengan alokasi anggaran mencapai puluhan miliar rupiah yang diproyeksikan menjadi sumber penghasilan tetap bagi masyarakat dalam lima tahun ke depan.

Sektor peternakan pun tidak luput dari perhatian, di mana pemerintah berencana mengembangkan peternakan babi skala besar di Timika. Dengan nilai investasi mencapai 1,1 juta USD, sebanyak 3.000 ekor babi akan dikembangkan di wilayah tersebut. 

Proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan populasi ternak, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi tenaga kerja lokal di Papua Tengah.

Melalui integrasi berbagai sektor ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah optimis bahwa kenaikan APBD akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Dengan ekonomi yang berputar dan IPM yang meningkat, kualitas kesehatan masyarakat pun diyakini akan turut membaik. 

Meki Nawipa menegaskan bahwa masa depan Papua Tengah yang sejahtera kini bukan lagi sekadar impian, melainkan target yang sedang diwujudkan.(amd)