Panitia Penerimaan Brigadir Polri Teken Pakta Integritas
Jayapura - Sebagai bentuk komitmen dalam pelaksanaan penerimaan Brigadir Polri secara bersih, transparan, akuntabel, dan Humanis, seluruh panitia penerimaan Brigadir Polri tahun 2013 menandatangani Pakta Integritas di Ruang Rastra Samara Polda Papua, Selasa (26/3) kemarin.
Bagikan
Jayapura - Sebagai bentuk komitmen dalam pelaksanaan penerimaan Brigadir Polri secara bersih, transparan, akuntabel, dan Humanis, seluruh panitia penerimaan Brigadir Polri tahun 2013 menandatangani Pakta Integritas di Ruang Rastra Samara Polda Papua, Selasa (26/3) kemarin.
Penandatanganan Pakta Integritas yang dilakukan singkat itu, disaksikan langsung oleh Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Drs Tito Karnavian, MA dan diikuti Kepala Tim Pengawas Internal Penerimaan Brigadir Polri, Kombes (Pol) Drs Gde Sugiayar Dwi Putra, SH, serta seluruh panitia penerimaan.Irwasda Papua, Kombes (Pol) Gde Sugiayar menerangkan, dalam Pakta Integritas yang ditanda tangani Kapolda, panitia penerimaan harus sanggup untuk tidak melakukan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme dalam penerimaan Brigadir Polisi Tahun 2013. Seluruh panitia juga dituntut berkomitmen agar sungguh-sungguh untuk melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan Penerimaan secara bersih, transparan, akuntabel, dan Humanis. “Seluruh panitia juga harus sanggup menjaga citra Polri yang bersih dan transparan serta dipercaya masyarakat,” ungkapnya.Selain itu, lanjut Irwasda, dalam Pakta Integritas, para panitia juga dituntut memberikan akses secara terbuka kepada masyarakat untuk melihat nilai hasil dari setiap tahapan kegiatan dalam penerimaan Brigadir Polisi ini. “Panitia juga harus membuka akses bagi pihak pengawas pengawas eksternal untuk memantau jalannya proses penerimaan ini. Apabila nantinya pernyataan ini tidak benar maka saya bersedia untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” bebernyaDia juga menekankan kepada para panitia, bahwa SOP sudah dibuat oleh Mabes Polri yang berlaku secara nasional, dimana dari setiap tahapan proses seleksi, tidak memungkinkan untuk panitia termasuk seluruh pejabat Polda Papua intepernsi atas hasil yang diterima para peserta. “Setiap tahapan seleksi dilakukan secara terbuka terbuka. Contohnya dimana dalam ujian tertulis saja, setiap proses langsung dilakukan secara terbuka, dan dilihat oleh peserta dan juga pengawas internal dan eksternal. Dan nilai langsung diumumkan, maka setiap orang tau siapa yang berhak lulus atau melanjutkan tahapan, dan disini tidak ada sama sekali terjadi manipulasi. Dan ketika hasil sudah diumumkan, maka tidak ada interpensi,” tandasnya.Irwasda juga mengabarkan bahwa untuk penerimaan Brigadir Polri tahun 2013, Mabes Polri telah memperpanjang waktu penutupan pendaftaran penerimaan Brigadir Polri se-Indonesia hingga tanggal 11 April 2013. ”Tadinya akan ditutup tanggal 25 Maret, namun karena ada kebijakan dari Mabes Polri, maka penutupan di undur sampai 11 April,” katanya.Bahkan dalam penerimaan Brigadir Polri, sambung Irwasda, siswa-siswi SMA kelas XII atau yang tengah mengikuti ujian akhir, sudah di perbolehkan mendaftar atau mengikuti seleksi penerimaan Brigadir Polri. “ Untuk penerimaan ini, adik-adik kita yang duduk di kelas XII yang berminat untuk menjadi anggota Brigadi Polri, sudah di perbolehkan untuk mendaftar dan mengikuti tahapan-tahapan. Mereka tidak perlu membawa ijazah, cukup membawa rapot yang nilai rata-ratanya 6,5. Nanti kalau lulus ujian, baru ijazahnya dilengkapi untuk prosedur persyaratan,” ujarnya.Irwasda mengakui hingga tanggal 25 Maret ini, animo masyarakat yang mendaftar sudah mencapai 2.180 dengan perincian 1998 laki-laki dan perempuan 182 orang. Sedangkan yang jumlah peserta yang telah memeuh syarat mencapai 1153, dengan perincian 1079 orang laki-laki dan perempuan 74 orang.”Memang sudah banyak yang mendaftar. Namun perpanjangan pendaftaran ini bukan saja dilakukan oleh Polda Papua, melainkan semua Polda di Indonesia, atau ini merupakan perintah dari Mabes Polri dengan skala nasonal,” jelasnya.Dalam penerimaan ini, sambung Irwasda, Mabes Polri memberikan jatah Kuota 500 orang untuk Papua “Saya rasa kuota ini cukup banyak, karena memberikan kesempatan adik-adik kita menjadi anggota Polri di Papua ini. Apalagi Bapak Kapolda memberikan atensi untuk pemuda-pemudi asli Papua di prioritaskan,” tuturnya. (Syaiful)
Bagikan artikel ini



