Panglima Separatis Bersenjata Tewas dalam Kontak Senjata
Jayapura - Timika Wonda, yang disinyalir sebagai Panglima Gerakan Separatis Bersenjata (GSB) tewas dalam kontak senjata dengan gabungan TNI/Polri di Disrtik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Sabtu (7/6) pagi pukul 05.35 WIT. Dari tangan Timika Wonda, pasukan gabungan TNI
Bagikan
Jayapura - Timika Wonda, yang disinyalir sebagai Panglima Gerakan Separatis Bersenjata (GSB) tewas dalam kontak senjata dengan gabungan TNI/Polri di Disrtik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Sabtu (7/6) pagi pukul 05.35 WIT. Dari tangan Timika Wonda, pasukan gabungan TNI/Polri juga menyita dua pucuk senjata api laras pendek milik GSB.
Kepala Penerangan Kodam(Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol Inf. Rijkas Hidayatullah saat dikonfirmasi membenarkan adanya kontak senjata antara TNI dengan salah satu kelompok bersenjata yang ada di daerah pegunungan. “Memang benar tadi pagi kontak tembak di Puncak Jaya, itu kita sedang patroli lalu kita diserang sehingga kita bertahan sehingga terjadi kontak tersebut,” terang dia, Sabtu (7/6).Menurut informasi Kapendam, TW adalah salah satu Panglima yang dimiliki oleh GSB. Maka itu, pihaknya kini meningkatkan kewaspadaan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengantisipasi adanya tindakan balasan dari GSB karena salah satu anggotanya yang tewas. “Dia itu Panglima di sana, jadi mereka kan sudah membuat susunan pasukan. Jadi jangan salah informasi, bukan Panglima Kodam, itu yang tertembak Panglima GSB,”tegas Rijkas.Kapendam menjelaskan, kontak senjata saat Gabungan TNI dan Polri melakukan patroli rutin untuk mengamankan wilayah. Ketika berada di salah satu tempat pada Distrik Tinggnambut, anggota diserang dengan tembakan oleh beberapa anggota GSB dan dibalas anggota TNI dan Polri dengan tembakan.“Dari kontak tembak tersebut kita berhasil melumpuhkan (tewas –red) salah satu dari GSB berinisial TW. Dia ini yang sering melakukan gangguan di daerah tersebut dan membuat resah masyarakat yang ada di sana. Nah selain itu, kita juga berhasil merampas dua pucuk senjata laras pendek,” kata Rijkas.Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Sulistyo Pudjo Hartono ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk jenis senjata miliki kelompok tersebut.”Senjata standar yang digunakan oleh Kelompok Bersenjata adalah hasil dari impor. Itu senjata bukan hanya hasil rampasan dari anggota kita, tapi juga ada yang impor sebagaimana yang pernah kita temukan dulu. Yang penting anggota TNI-Polri ini selamat, dan kondisi di atas sudah dapat dikendalikan,” kata mantan Wadir Intel Polda Papua ini.
Bagikan artikel ini



