NABIRE - Pagi ini, Kamis (5/11) akan digelarkan pertemuan antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire dengan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah (Panwaslukada) Kabupaten Nabire dalam rangka mempertanyakan penggunaan dana hibah dari pemerintah daerah untuk pengawasan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Nabire. Rapat tersebut digelar untuk menjawab janji pimpinan DPRD kepada sebagian anggota Panitia Pengawas Distrik (Panwasdis) ketika melakukan protes atas ketidakjelasan pembagian dana pengawasan kepada Panwasdis se Kabupaten Nabire. Sekretaris DPRD Nabire, Hansari, S.Sos.,MSi saat dikonfirmasi soal kepastian waktu pertemuan, di ruang kerjanya, Rabu (4/11) mengatakan undangan sudah dibagikan kepada anggota dan Panwaslukada. Pertemuannya akan digelar besok (hari ini) oleh anggota DPRD, karena untuk menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat merupakan tugas anggota dewan. Sekretariat hanya mendukung kebutuhan anggota dan pelayanan administrasi.Beberapa anggota dewan yang dihubungi secara terpisah meng-ya-kan adanya pertemuan antara DPRD dengan Panwaslukada Kabupaten Nabire. Pertemuan tersebut dijadwalkan akan digelar untuk mendengarkan keterangan Panwaslukada terhadap pembagian alokasi dana hibah bagi masing-masing distrik. Karena, saat aksi protes ke DPRD beberapa waktu lalu, Panwasdis mempertanyakan besaran dana hibah untuk pengawasan dan alokasi untuk kebutuhan operasional Panwas Distrik.Abelesentra Yoweni menilai, pertemuan tersebut hajatnya komisi A dankomisi B yang membidangi pemerintahan dan keuangan. Tetapi, pimpinandewan mengajak untuk semua anggota ikut di dalam pertemuan tersebut.Sebelumnya, Sekwan Hansari mengatakan, sudah mengingatkan kepada pimpinan DPRD agar secepatnya menanggapi aspirasi masyarakat yang akan disampaikan kepada lembaga DPRD. Karena tugas lembaga DPRD adalah menampung aspirasi masyarakat dan menyalurkan kepada yang berkepentingan. “Tugas lembaga ini hanya menampung aspirasi masyarakat dan menyalurkan kepada pemerintah,” jelasnya. (ans)