Pagi Ini, Dinsos Ketemu Lurah-Kakamp di Distrik Nabire
NABIRE – Pagi ini, Jumat (31/1) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Nabire akan mengadakan pertemuan dengan Lurah dan Kepala Kampung (Kaka
Bagikan
NABIRE – Pagi ini, Jumat (31/1) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Nabire akan mengadakan pertemuan dengan Lurah dan Kepala Kampung (Kakamp) se Distrik Nabire di Kantor Distrik Nabire untuk meminta dukungan dalam verifikasi data keluarga di wilayahnya. Karena, saat verifikasi data keluarga (memastikan data keluarga miskin di lapangan), staf dari Dinas Sosial mengalami kesulitan mendapat data keluarga di beberapa kelurahan dan kampung se Distrik Nabire. Sejak Desember lalu hingga akhir Januari 2020, Dinas Sosial melalui petugasnya di lapangan, melaksanakan verifikasi data keluarga miskin (keluarga harapan) di Distrik Nabire. Namun, petugas kesulitan mendapatkan data keluarga yang valid di lapangan, terutama di beberapa kampung dan kelurahan. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan data keluarga yang valid, Dinas Sosial Nabire akan bertemu dengan lurah dan kepala kampung dari kampung dan kelurahan mengalami kesulitan mengumpulkan data keluarga yang valid. Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Nabire, Zakeus Petege di ruang kerjanya, Kamis (30/1) mengatakan Dinas Sosial mengundang untuk pertemuan kepada 6 lurah dan kepala kampung ke kantor distrik untuk meminta dukungan di dalam verifikasi data keluarga di wilayahnya. Karena, di wilayahnya, petugas mengalami kesulitan memverifikasi data keluarga. Enam Lurah dan Kepala Kampung yang akan dimintai dukungannya dalam verifikasi data keluarga di wilayahnya, yakni Lurah Karang Tumaritis, Lurah Bumi Wonorejo, Lurah Oyehe, Kepala Kampung Sanoba Bawah, Kepala Kampung Kali Susu dan Kepala Kampung Kali Harapan. Zakeus menambahkan, enam kampung dan kelurahan merupakan kelurahan dan kampung yang padat penduduk di Distrik Nabire. Tetapi, saat verifikasi data keluarga harapan, mengalami kesulitan karena sulit mendapat data keluarga yang valid. Oleh sebab itu, Dinas Sosial mengundang Lurah dan Kepala Kampung untuk meminta dukungan supaya melibatkan semua RT di wilayahnya dalam mencocokan data keluarga miskin di wilayahnya. Sebab, kata Zakeus, yang mengetahui data keluarga secara pasti adalah Lurah/Kepala Kampung dan RT, mereka yang tahu kondisi sosial ekonomi setiap keluarga di wilayah sehingga data keluarga miskin bisa dicocokkan dengan benar. Oleh sebab itu, lewat pertemuan pagi ini, diharapkan agar petugas memperoleh data valid keluarga di masing-masing kampung dan kelurahan. Sebab, kata Zakeus, hasil verifikasi data keluarga dari daerah ini akan menjadi acuan bagi Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mengategorikan keluarga, fakir miskin, setengah fakir miskin dan keluarga miskin. Berdasarkan kategori keluarga hasil verifikasi akan menjadi acuan untuk menentukan bantuan sosial (Bansos) yang akan diterima setiap keluarga kurang mampu.(ans)
Bagikan artikel ini



