NABIRE- Owada merupakan tempat pertemuan berdiskusi orang suku mee ini sebuah jati diri indentitas  budaya suku mee tapi sekarang semaking hilang dengan adanya adat-adat budaya suku mee orang malu digunakan atau pakai di momen-momen acara yang resmi maupun tak resmi  katakan malu pakai  dibalik itu ada apa?. Pantauan media ini, pada hari Jumat(6/9)bertempat dihalaman gereja katolik Santo Antonius Bumiwonorejo Nabire pada saat penjemputan  Administrator Diasosesan Uskup Keuskupan Timika Pastor Marten Kuayo Pr yang digunakan pakaian adat budaya kebanyakan mama-mama atau ibu-ibu maupun muda mudi tidak sampai 5 persen yang benar-benar mencintai pakaian adat suku mee.Karena dijemput Uskup anak budaya yang hadir ditengah-tengah umat tapi umat belum pahami baik kata owada ini sebab budaya suku mee semaking hilang dengan adanya perubahan zaman era globalisasi ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi (IPTEK) semaking cangki dunia perubahan kehidupan ini semua ikut arus terumus kedalam hingga tidak ada orang yang tahan atau pegang jati diri budaya pakaian adat suku mee.Pada hal sudah jelas masing-masing suku ini punya budaya tapi kenapa suku mee punya budaya adat sendiri  dilihat gensi apalagi pakai dibadan lebih berbahaya bagi yang bersangkutan saya mau tanya saudara-saudari kalian datang dari  alur darimana infrofeksi diri kembali saya ini berasal dari warisan budaya tete nene moyang saya ada budayanya atau tidak ada.Jati diri merupakan melekat budaya kita dimana kita hidup dan berada harus digunakan atau dipertahankan oleh kita sendiri akan tapi generasi sekarang kita juga puna habis apalagi anak-anak cucu kita kedepan itu malah lebih berbahaya alias tidak ada orang yang pegang budayanya.Maka diharapkan kepada orang-orang  suku mee entah siapa saja jangan gensi pakai indentitas pakaian adat budaya sendiri suku lain yang pegang budaya akan ketawa bagi kita suku mee karena kita malu pakai budaya kita sendiri itu orang lain dinilain lucuh dan aneh karena kita benci budaya kalau tak benci pakai budayato,”pungkasnya(modes)