SUGAPA - Setelah melihat dari dekat kondisi mesin PLTD dan juga jaringan dan tiang serta bertemu dengan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si dan Sekda Drs. David Setiawan, akhirnya tim PT. PLN optimis siap menyalakan lampu listrik milik pemerintah Kabupaten Intan Jaya dalam tahun 2013. Hal ini berdasarkan penandatangan KSO sitim kelistrikan yang telah disepakati bersama antara Pemda dan PT. PLN Wilayah Papua. Usai pertemuan, Bupati Intan Jaya kepada Papuapos Nabire menuturkan, dari hasil tinjauan langsung tim PT. PLN melaporkan mesin PLTD yang ada cukup baik atau bagus. Hanya yang mungkin diperhatikan adalah kabel yang perlu ditambah dan juga harus ada travo.  Karena tim PT. PLN yang datang ini dengan tim teknisi.Untuk itu pemerintah tetap mendorong apa yang menjadi tugas PT. PLN. Sehingga untuk saat ini PT. PLN diberikan tugas lagi untuk menyusun kekurangan–kekurangan atau kebutuhan dalam rangka pengoperasian mesin listrik tersebut. Sehingga untuk saat ini Pemda Intan Jaya tengah menunggu kapan PT. PLN ajukan daftar kebutuhan.Dari hasil pertemuan yang baru berlangsung, PT. PLN telah menyatakan optimis untuk siap menyalakan lampu listrik di tahun 2013. Sebab PLN juga sudah melihat bahwa masyarakat di daerah ini sangat merindukan penerangan listrik.Sementara itu, Manager PT. PLN Rayon Nabire juga menambahkan, pihak PT. PLN sendiri telah optimis untuk menyalakan lampu listrik yang ada ini pada tahun 2013. Karena mesin yang ada itu terpasang 635 KFA atau setara dengan 508 KhW optimalisasi 80 persen atau 4010 Kw dengan jenis mesin Caterpilar C-18 yang dilengkapi panel singkron 10000 ampher.Terkait PLTD yang ada, dikatakan Hutajulu, sudah lengkap tinggal comisioning tes dan tes rifor proteksi mesin dengan generator yang belum dilakukan. Namun pada prinsipnya mesin pembangkit sudah terpenuhi. Dan untuk menyalakan lampu tersebut harus dilakukan pembangunan jaringan menengah (JTM) dengan cara menaikan tegangan dari 400 Watt menjadi 20.000.000 Watt atau 20 KFA.Karena dengan kapasitas 1000 KFA yang mana JTM tersebut dilengkapi Travo Distribusi sebanyak 4 buah dengan kapasitas 2x160. Dua buah dengan  kapasitas 160 KFA dan dua buah lagi dengan kapasitas 100 KFA dengan panjang jaringan 3,4 KMS. Apabila hal ini sudah terpenuhi pendistribusian dari pembangkit ke pelanggan berjalan aman dan standar dapat stabil.Untuk itu pihak PT. PLN akan melakukan perbaikan-perbaikan sambil lampu PLTD yang ada dapat dinyalakan. Setiap 1 pelanggan dibatasi 450 KFA atau dengan kata lain, apa yang menjadi komitmen pemerintah dan masyarakat Kabupaten Intan Jaya, itu pula yang menjadi komitmen PT. PLN untuk menyalakan lampu bagi masyarakat. (des)