NABIRE - Operasi tangkap murid atau siswa yang berkeliaran di jam-jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau di luar pagar sekolah antara Dinas Pendidikan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah dilaksanakan Senin (27/01/2020) kemarin, dan berhasilnya berhasil menjaring 4 pelajar Sekolah Menengah Atas. Keempat pelajar tersebut ditangkap diantaranya, 3 murid laki-laki dari dua SMA negeri terbesar di daerah ini, sementara yang satunya dari salah satu SMA swasta milik yayasan pendidikan swasta. Dari hasil penangkapan 4 murid SMA ini langsung diangkut ke Dinas Pendidikan dan langsung menemui Sekretaris Dinas Pendidikan Viktor Tebay, S.Sos.,MAP di ruang kerjanya dan ke3 anak murid dari 4 orang ini setelah ditanya ternyata terlambat masuk, karena pagar sudah tutup dan satunya keluar mengambil HPnya di teman. Ketika hal ini dikonfirmasikan langsung ke Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, S.Pd.,M.Pd di ruang kerjanya, Senin (27/1) mengatakan, untuk tahap awal ini telah diberikan pembinaan oleh Sekretaris Dinas. Tetapi mulai besok, murid yang ditangkap akan diberikan teguran keras melalui kepala sekolah dan saat penangkapan kepala sekolahnya akan dipanggil langsung ke dinas, sebab kita berharap kedepan di jam-jam KBM tidak ada lagi murid atau siswa/siswi yang berkeliaran di luar pagar sekolah.  Untuk itu, selaku kepala dinas meminta agar pihak sekolah yang dimulai dari SD/Mi, SMP/MTs dan SMA/SMK agar secepatnya mengundang orang tua murid lewat komite agar dapat mensosialisasikan hal ini langsung kepada orang tua murid dalam waktu dekat.    Sehingga hal ini juga mendapatkan dukungan dari orang tua murid, sebab di harapkan dari program tangkap murid di luar sekolah ini agar kedepan murid tidak lagi berkeliaran dan tetap hadir dan mengikuti pelajaran dan kita mendapatkan hasil kwalitas Pendidikan yang lebih baik.(des)