DOGIYAI - Pegawai Dinas Perpustakaan dan Arsip, melalui Kepala Bidang Seksi Kaum Perempuan menyampaikan kepada ibu-ibu sebagai panitia literasi bahwa kaum perempuan yang mengugurkan kandungan atau melakukan tindakan aborsi, akan membuat kandungan menjadi mandul.

“Kandungan anda sengaja menjadi mandul. Hendaknya beranak cucu dan berkarya di atas tanah kita ini sendiri,” hal itu seperti penegasan dikemukakan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Dogiyai, di sela-sela pelatihan literasi di Aula Koteka dan Moge Moanemani beberapa waktu lalu.

Dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) dinas tersebut, Obeth Magai, bahwa tugas besar bagi kita yang masih ada ini harus beranak cucu dan ada generasi berikutnya.

Menurutnya, secara atropologis (Yamekopa dan Apikopa) dari 79 marga warga Simapitowa ada yang sudah punah. Dia sebutkan saja Donei, Dekepa, Gabou dan Gaki. “Di tanah Mapitowa ini tanah diberikan Tuhan untuk kita berkarya dan beranak cucu,” katanya.

Sehingga, dia meminta kepada ibu-ibu untuk menjaga kesehatan dengan baik. Jangan ada tindakan mengugurkan kandungan.

“Jaga kesehatan keluarga dengan baik. Tidak boleh ada kematian bayi di sekitar warga Simapitowa, untuk mengantikan generasi yang sudah punah. Jaga gerakan satu tunggu api dalan satu honai. Biar suasana hidup dalam satu keluarga tetap aman abadi dan sejahtera,” ucapnya.

Meningkatkan peradaban warga Simapitowa ada 18 pra sekolah yang ada di Moanemani. Pimpinan kaum ibu untuk diajarkan peradaban hidup orang Mee. Kepada generasi berikutnya atau regenerasi di Dogiyai.

“Pada dasarnya mereka juga harus tau 3 M. Awas tindakan menggugurkan anaknya dengan tindakan sengaja. Dengan berbagai obat dan cara semoga hal ini menjadi catatan penting,” tandasnya.(don)