NABIRE – Netralitas pemimpin pro-rakyat di era, sebut saja Jap Sallosa, mantan Gubernur Papua, Habel Melkias Sowae dan Barnabas Suebu belum ada istilah mendua hati. Dalam kebijakan pemerintah dan kegiatan demi kepentingan masyarakat, wakil pemerintah pusat di daerah asal tidak menyimpang dari Undang–Undang (UU) dan jaga kepercayaan warga masyarakat.

Netralitas yang sangat luar biasa itu, untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat, utamanya stabil perekonomian. Demikian dikatakan Jonathan Wafuminale, kepada wartawan media ini.

Sekretaris Eksekutif JDF Tanah Merah, Depapre Jayapura ini, menambahkan netralitas dan sikap pemerintah yang berpihak kepada masyarakat dan komitmen pro-rakyat merupakan keberhasilan pembangunan dan ekonomi. “Tepat, tidak mendua hati dan UU belum ada kepentingan untuk membangun kesejakteraan Masyarakat,” ujarnya.

Pemimpin pencetus pemberdayaan melalui pembagian bibit terbak Sapi, bibit tanaman coklat dia sebut di Kabupaten Nabire mereka (para tokoh diseburkan di atas), yang disponsori dunia Eropa pada bidang ekonomi sosial itu berhasil baik.

Menurut Jonathan, saat itu warga tidak konsumtif, namun produktif, termasuk coklat dan kopi murni Moanemani. Sekarang, seperti contoh, lanjut dia, di Moanemani Kabupaten Dogiyai, belum ada ramah lingkungan, rumah tinggal, kebun ternak tidak nyaman dan aman. Ini karena belum dipagari dari segala keributan. 

Untuk itu, menurutnya, generasi milenial kembali melihat bekas pemimpin sebelumnya. Dukung dan kerja sama untuk membangun diri dan keluarga bersama pemerintah, lembaga adat, LSM untuk berkembang. 

Hindari berbuatan tidak bagus. Berdoa dan kerja sesungguhnya, sambil mencontoh pekerjaan apa pun dan rajin. “Hindari perbutan yang saya sebut tadi,” katanya menutup pembicaraan seraya mengajak pemuda sekarang tidak boleh nakal, ubah menjadi rajin untuk berhasil dalam usaha apa pun. (don)