NABIRE - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Nabire mencanangkan target pemasangan alat kontrasepsi implan hingga 700 akseptor dalam kurun waktu satu tahun ke depan. Target ini didasari keberhasilan program pemasangan implan yang telah dilaksanakan pada Hari Keluarga Nasional (Harganas) sebelumnya, menunjukkan potensi besar di wilayah Nabire.

Kepala DPPKB Kabupaten Nabire, Paulus Talakua, S.KM., M.Kes, mengungkapkan optimismenya saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (30/06/2025). "Kami berupaya mencapai target ini, yang terpenting adalah logistik provinsi harus kuat dan siap, agar kita bisa bekerja di lapangan," tegas Paulus. 

Pernyataan Paulus menyoroti pentingnya dukungan logistik yang memadai dari tingkat provinsi untuk memastikan ketersediaan implan dan alat pendukung lainnya. Kesiapan logistik menjadi fondasi utama bagi kelancaran program di tingkat kabupaten.

Paulus juga menekankan, selama ini, dirinya secara konsisten merangkul dan membimbing para Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). "Ketika saya masuk, saya tetap memegang dan menggandeng para pegawai lapangan PLKB itu. Kita pegang terus," ujarnya.

Filosofi ini mencerminkan pengakuan DPPKB Nabire terhadap peran krusial PLKB sebagai ujung tombak dalam pencapaian program Keluarga Berencana (KB). Mereka adalah garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Menurut Paulus, pencapaian program KB sangat bergantung pada kinerja PLKB. "Pencapaian program KB itu sebenarnya ada pada mereka sebagai ujung tombak PLKB. Artinya, jumlah peserta itu di dapat karena mereka, mereka lebih mengetahui," jelasnya.

Para PLKB memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah binaan mereka. Pengetahuan ini memungkinkan mereka untuk melakukan pendekatan yang efektif dan memberikan informasi yang relevan kepada calon akseptor.

Dengan strategi penguatan logistik dan dukungan berkelanjutan terhadap PLKB, DPPKB Nabire optimis dapat mencapai target pemasangan implan yang telah ditetapkan. Hal ini diharapkan akan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program KB yang efektif.

Kerja sama yang erat antara DPPKB Nabire, pemerintah provinsi dan para PLKB akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan target ini. Sinergi ini diharapkan mampu mengatasi berbagai tantangan di lapangan.

Target 600 hingga 700 implan dalam satu tahun bukan sekadar angka, melainkan cerminan komitmen DPPKB Nabire untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan KB, khususnya implan, demi mewujudkan keluarga yang lebih sehat dan sejahtera di Kabupaten Nabire.(sam/amd)