NABIRE – Kepala Kepolisia Daerah (Kapolda) Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare, S.I.K, ketika memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Jaran Noken 2025 di Nabire, Rabu pagi (17/9/2025) menekankan, pentingnya menanggulangi tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat.

Kapolda Papteng menegaskan, Nabire sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Tengah merupakan pusat pemerintahan dan perekonomian, sehingga membutuhkan kepastian hukum dan situasi keamanan yang kondusif.

“Polri perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan Nabire menjadi prioritas keamanan agar pembangunan dan perekonomian bisa berjalan lancar,” kata Brigjen Papare.

Disebutnya, belakangan ini maraknya kejahatan jalanan terjadi, bahkan menjadi perhatian serius bersama. Berdasarkan data sepanjang 2025 di Kabupaten Nabire, tercatat 144 kasus Curanmor, 36 kasus Curas, 5 kasus Curat, 6 kasus penganiayaan berat, 5 kasus pemerkosaan, 2 kasus pembunuhan dan 1 kasus penculikan.

Di luar itu, lanjutnya, juga meningkatnya harga kebutuhan pokok dan tingginya angka pengangguran menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan di wilayah tersebut. Untuk itu, Polri harus hadir untuk memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

Operasi Jaran Noken 2025 melibatkan Polda Papua Tengah bersama Polres Nabire. Operasi ini menitikberatkan pada upaya penegakan hukum yang didukung kegiatan preemtif dan preventif, khususnya dalam penanggulangan kejahatan jalanan, seperti Curanmor, Curas, Curat dan tindak kejahatan maupun pidana lainnya.

“Tujuan operasi ini untuk memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan, sekaligus menumbuhkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Nabire sebagai pusat provinsi Papua Tengah,” tegas Kapolda.

Jenderal bintang satu itu menandaskan, operasi ini harus dijalankan dengan semangat pengabdian demi terciptanya situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) daerah yang aman, nyaman dan kondusif. (wan)