Nabire Adalah Miniatur Indonesia Perlu Percepatan Pembangunan
NABIRE - Setelah menyambut kedatangan Menteri PPN/Bapenas Republik Indonesia Prof. Dr. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E.,M.
Bagikan
NABIRE - Setelah menyambut kedatangan Menteri PPN/Bapenas Republik Indonesia Prof. Dr. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E.,M.UP., Ph.D beserta rombongan dari Kementerian PPN di Bandara Douw Aturure Nabire, Rabu (8/08) pukul 09.00 WIT, Wakil Bupati Kabupaten Nabire Amirullah Hasyim, S.IP.,MM langsung mendampingi Menteri PPN/Bapenas menuju SMA YPPK Adhi Luhur Nabire, guna menghadiri Peluncuran Sekolah Terintegrasi Berpola Asrama Provinsi Papua. Kedatangan para rombongan di SMA YPPK Adhi Luhur langsung disambut dengan pengalungan bunga serta tarian adat yang dibawakan oleh para siswa dan siswi SMA YPPK Adhi Luhur Nabire menuju aula SMA YPPK Adhi Luhur, tempat dimana acara peluncuran sekolah terintegrasi berpola asrama Provinsi Papua berlangsung. Dalam sambutan tertulis Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos.,MAP, dibacakan Wakil Bupati Kabupaten Nabire, Amirullah Hasyim mengatakan, Nabire disebut juga sebagai “Miniatur Indonesia atau Indonesia Kecil” karena saat ini Kabupaten Nabire dihuni kurang lebih 200.000 jiwa yang terdiri dari berbagai suku, agama dan budaya yang tergabung dalam 9 kerukunan suku di 15 distrik. “Kami tidak melihat suku, agama dan ras di Kabupaten Nabire sebagai masalah, tetapi kami telah menjadikan keragaman itu sebagai kekuatan dalam pembangunan untuk mewujudkan Visi Pembangunan Nasional, Provinsi dan Kabupaten,” tuturnya.Menurutnya, pembangunan di sektor pendidikan di Kabupaten Nabire, perlu dijelaskan bahwa telah menjadi misi utama Pemerintah Kabupaten Nabire yakni, Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang Sehat, Berilmu, Berbudaya dan Berdaya Saing, serta Berwawasan Lingkungan. Katanya, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya dalam rangka mewujudkan misi tersebut dengan memberikan perhatian tidak hanya kepada pendidikan negeri, tetapi juga sejumlah yayasan pendidikan swasta sesuai dengan kemampuan anggaran dan sumber daya yang dimiliki oleh daerah.Diakui, bahwa pendidikan swasta di Tanah Papua telah memberikan sumbangsih yang sangat signifikan dalam pembangunan sumber daya manusia selama ini. Karena itu, pemerintah daerah telah memberikan perhatian pada sekolah-sekolah swasta selain sekolah negeri yang merupakan salah satu pelayanan dasar pemerintah. “Salah satu sekolah yang memiliki kualitas terbaik di wilayah tengah Papua adalah SMA YPPK Adhi Luhur Nabire yang didirikan sejak tahun 1987 yang kemudian pada tahun 2000 para Pastor Serikat Jesus diberi kepercayaan oleh Keuskupan Jayapura untuk mengelola dengan seijin Pastor Jenderal Serikat Jesus,” ujarnya. Bupati Kabupaten Nabire berharap, dengan adanya kunjungan dari Menteri PPN/Bapenas pemmbangunan pendidikan dan kesehatan di wilayah Provinsi Papua, khususnya di wilayah Nabire lebih dipercepat pembangunannya dalam rangka pembukaan isolasi daerah di wilayah Tengah Papua yang mencakup 7 (tujuh) kabupaten.(cad)
Bagikan artikel ini


