Murid SMP BM yang Tak Setuju KMB Tatap Muka, Diberikan Cuti Akademik
NABIRE - Kepala SMP Bhakti Mandala (BM), Enos Alik Pasa, S.Pd.,M.Pd secara tegas mengatakan, bagi murid bersama orang tua yang tidak setuju
NABIRE - Kepala SMP Bhakti Mandala (BM), Enos Alik Pasa, S.Pd.,M.Pd secara tegas mengatakan, bagi murid bersama orang tua yang tidak setuju mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di tengah pandemi diberikan waktu untuk cuti akademik.
Karena pembelajaran yang saat ini berlangsung di SMP BM Nabire tetap menggunakan sistim ganjil dan genap, yang mana program ini telah dilaksanakan pada semester ganjil di tahun 2020 lalu.
Sehingga bagi murid yang tidak setuju dan mengikuti KBM tatap muka disaat ini, dapat dicatat oleh pihak sekolah, maka pada awal tahun pelajaran berikutnya dapat dikembalikan pada kelas semula.
Sebab murid yang bersangkutan dicatatkan sebagai salah seorang murid yang tengah mengikuti cuti tahun akademik, karena KBM tatap muka dengan sistim ganjil dan genap merupakan solusi terbaik dalam dunia pendidikan di tengah pandemi Covid-19.
Demkian dikatakan Kepala SMP Bhakti Mandala Enos Alik Pasa, S.Pd.,M.Pd kepada, Papuapos Nabire, Senin (18/1) seraya menambahkan, dalam satu hari setiap murid punya hak mengikuti dua mata pelajaran.
Dan program KBM tatap muka yang kini dilaksanakan pada awal semester genap ini merupakan lanjutan program KBM tatap muka yang telah dilaksanakan semenjak semester ganjil di tahun lalu.
Untuk itu, selaku kepala sekolah dan dewan guru telah melaksanakan rapat bersama orang tua murid, sehingga pihak sekolah telah mempunyai dasar hukum yang sangat kuat, dari orang tua maupun pihak tim Covid-19 Kabupaten Nabire.
Dan KBM tatap muka di SMP Bhakti Mandala, tetap menjaga 3M, yakni mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker, baik itu guru tetapi juga para murid saat berada di kelas dan lingkungan sekolah.(des)
Bagikan artikel ini



