NABIRE - Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi mengumumkan program pembebasan biaya pendidikan untuk pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang akan mulai diberlakukan pada tahun 2026. Komitmen besar di bidang pendidikan ini disampaikan langsung Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, di sela-sela kegiatan penyerahan hewan kurban yang berlangsung di Masjid Agung Al-Falah, Nabire, Minggu (24/05/2026).

Langkah progresif ini merupakan kelanjutan dari kebijakan strategis yang telah dirintis oleh Pemprov Papua Tengah pada tahun sebelumnya. Menurut Meki Nawipa, pihaknya telah lebih dulu menggratiskan biaya pendidikan bagi siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun 2025. Dengan perluasan program ke tingkat SMP pada tahun ini, maka seluruh jenjang pendidikan menengah (SMP dan SMA) di wilayah Papua Tengah kini telah sepenuhnya bebas biaya.

Melalui kebijakan baru ini, Gubernur Meki Nawipa menegaskan faktor ekonomi tidak boleh lagi menjadi penghalang bagi anak-anak di wilayahnya untuk mengenyam pendidikan yang layak. 

Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan program ini dan meminta transparansi penuh dalam pelaksanaannya. “Sudah tidak ada alasan anak di Papua Tengah tidak sekolah. Kalau ada guru yang meminta tagihan, segera laporkan ke saya,” tegas Meki dengan penuh komitmen.

#Evaluasi Tingkat SD dan Program Beasiswa Kuliah

Meski program SMP dan SMA berjalan mulus, pembebasan biaya untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) rupanya belum bisa diterapkan pada tahun ini karena masih terkendala masalah administratif. 

Meki menyebutkan bahwa persoalan pendataan siswa yang kurang valid dari sejumlah sekolah menjadi hambatan utama. Saat ini, Pemprov Papua Tengah masih terus menggodok dan mencari skema terbaik agar program gratis untuk tingkat SD nantinya dapat berjalan tepat sasaran tanpa adanya kebocoran anggaran.

Di sisi lain, kepedulian Pemprov Papua Tengah terhadap dunia pendidikan juga menyasar hingga ke jenjang perguruan tinggi dengan menyiapkan program beasiswa kuliah bagi mahasiswa di Nabire. Guna memotivasi prestasi akademik, program bantuan ini menetapkan syarat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75. Bagi mahasiswa yang berhasil lolos seleksi, pemerintah daerah akan menanggung penuh biaya perkuliahan mereka untuk semester 3 dan semester 4.

Fondasi ‘Papua Tengah Emas’ dan seruan menjaga keamanan. Meki menegaskan bahwa seluruh program pendidikan gratis dan beasiswa ini merupakan bagian integral dari peletakan fondasi visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur, yaitu ‘Papua Tengah Emas: adil, berdaya saing, bermartabat, harmonis, maju, dan berkelanjutan’. 

Melalui investasi besar-besaran di sektor sumber daya manusia ini, ia menaruh harapan besar agar Papua Tengah kelak dapat tumbuh menjadi provinsi yang maju dan menjadi contoh positif bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, TNI-Polri. Kita semua punya kewajiban menjaga Papua Tengah aman, damai, saling menghargai perbedaan. Kalau tidak aman, tidak bisa kita buat apa-apa,” ujarnya.

Sebagai penutup, gubernur mengingatkan keberhasilan seluruh program pembangunan ini sangat bergantung pada stabilitas daerah. Pemerintah Provinsi Papua Tengah pun menyatakan komitmennya untuk terus menjalankan pembangunan secara merata dan berkeadilan. Ke depan, fokus pembangunan tidak hanya terpaku pada infrastruktur fisik, melainkan juga menyentuh bidang sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat hingga penguatan kehidupan keagamaan dan kerukunan antarumat beragama. (amd)