NABIRE - Mubes Perdana 6 Suku Pesisir dan Kepulauan Nabire (Wate, Yerisiam, Yaur, Umari, Moora, dan Gwoa) berhasil digelar di Pantai Menase, Kalibobo, Sabtu (1/8/26), untuk memperjuangkan pengakuan hak ulayat dan memperkuat identitas adat Saireri. 

Momentum bersejarah dan Mubes tersebut mematahkan penantian panjang masyarakat adat dalam mencari kejelasan status wilayah mereka di Papua Tengah.

Kepala Suku Besar Wate di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Otis Monei mengatakan, selaku salah satu kepala suku dari lima kepala suku hari ini menyatakan merupakan hari kebangkitan bagi masyarakat pesisir dan kepulauan pemilik hak ulayat dan kurang lebih 60 tahun kami jalan sendiri dan mempertahankan prinsip masing-masing dalam fasilitas internal.

“Semua para tokoh, mulai dari tokoh pemuda, tokoh perempuan kita sepakat untuk melakukan musyawarah besar untuk mempersatukan perbedaan-perbedaan itu dan kebetulan hari ini kita bisa duduk bersama-sama kita merancang ke depan,” ujarnya.

Langkah awal yang sangat baik ini dapat difokuskan pada perumusan kerangka kerja kolaboratif melalui beberapa tahapan yang terstruktur. Dan langkah awal yang sangat baik ini dapat difokuskan pada perumusan kerangka kerja kolaboratif melalui beberapa tahapan yang terstruktur. (rob)