MRP Papua Tengah Sampaikan Permohonan Maaf dan Serukan Pemerataan Pembangunan

NABIRE - Wakil Ketua I Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Paulina Marey, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh masyarakat di delapan kabupaten se-Provinsi Papua Tengah. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (29/01/2026).
Paulina mengakui, sebagai lembaga kultural, MRP merasa belum maksimal dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang berada di pelosok distrik dan kampung-kampung. Keterbatasan jangkauan ini menjadi catatan evaluasi penting bagi internal lembaga tersebut.
"Sekali lagi, atas nama lembaga ini kami mohon maaf karena kami belum sampai kepada kalian di tingkat bawah. Kami sadar bahwa kehadiran MRP belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat di pedalaman," ungkap Paulina Marey dengan nada tulus.
Ia juga berharap, jika diberikan kepercayaan untuk terus mengabdi di lembaga ini pada masa mendatang, fokus utama adalah memperkuat kehadiran MRP di tengah masyarakat. Keberlanjutan pengabdian ini dianggap krusial untuk memastikan aspirasi masyarakat adat tetap terjaga.
Dalam kesempatan tersebut, Paulina juga memberikan kritik membangun bagi pemerintah daerah. Ia menekankan agar para pemangku kebijakan tidak hanya bekerja di balik meja, melainkan harus turun langsung melihat realitas kehidupan masyarakat yang jauh dari pusat kota.
Ia menyoroti tantangan berat yang dihadapi warga di pegunungan dan pulau-pulau terpencil, di mana masih banyak warga harus berjalan kaki hingga tujuh hari menuju kota karena ketiadaan akses jalan.
Menurutnya, infrastruktur jalan adalah kunci utama untuk menolong masyarakat di delapan kabupaten tersebut.
MRP Papua Tengah menegaskan kesiapannya untuk terus menjadi penyambung lidah masyarakat. Setiap keluh kesah yang diserap akan diteruskan kepada pejabat gubernur maupun DPR provinsi untuk segera ditindaklanjuti demi kesejahteraan bersama.
Menutup keterangannya, Paulina mengajak semua pihak untuk bersatu membangun Papua Tengah agar lebih baik, aman dan damai. Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan masyarakat Papua merasa nyaman dan sejahtera di tanahnya sendiri melalui langkah nyata pembangunan.(amd)
Bagikan artikel ini



