DOGIYAI – Moes Pokuwai asal Kampung Tibaugi, Distrik Piyaye Kabupaten Dogiyai, pada saat itu bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) selaku Staf Seksi Pelayanan Umum Distrik Mapia. Mantan anak buah Thomas Tigi ketika menjadi Camat Mapia. 

Beliau ini mendapat penghargaan dari Presiden Repubik Indonesia, Dr. H. Susilo Bambang Yudoyono sesuai lampiran Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor: O65, tertanggal 25 November 2009, terkait pemberian tanda kehormatan yang dianugerahkan kepada pegawai.

Ia memberikan peringatan yang keras kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai, pada saat apel gabungan di Moanemani Dogiyai beberapa waktu yang lalu. Peringatan keras Moses Pokuwai kepada Pamkab Dogiyai, terkait persiapan penerimaan CPNS dan tenaga kontrak di kabupaten yang disebut ‘Lembah Hijau’ sebelun menjadi Dogiyai ini.

Selain itu, menanggapi isu ada ancaman di Kantor BKD Dogiyai termasuk Pemkab, Sekretariat Dogiyai, Moses Pokuwai mendatangi Kantor BKD Dogiyai untuk pegawai taat kepada aturan undang–undang. Tidak ada gerakan tambahan dan memberi peringatan.

Dirinya beranikan diri menegur Bupati, Sekda sekalipun demi perubahan di Dogiyai. Selain itu, memberikan keyakinan kepada pemerintah yang bertugas melayani masyarakat Kamu dan Mapia (Kamapi) di Dogiyai.

“Kebaikan dan pengabdian kita sekarang pelayanan yang baik kepada masyarakat. Tentunya kita akan menuai di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, pemerintah sebagai wakil Yesus di dunia ini kita tahan banting memberikan pelayanan yang baik bagi Masyarakat,” katanya.

Tambahnya, sebelum banyak kesulitan namun itu bukan masalah. Sekarang banyak kemudahan. “Banyak peluang kita untuk maju berkembang, kita melaksanakan tugas dengan baik dan mengedepankan kejujuran, kebenaran dan keadilan. Ancam-menancam kebencian dengki adalah bencana,” imbuhnya.

Moes Pokuwai mengajak semua untuk saling mendukung dan bekerja sama. Pemerintah TNI dan kepolisihan, menjaga kedamaian dan kebaikan, di antara kita. Terutama warga masyarakat Kamapi secara bersama membangun di Kabupaten Dogiyai, apalagi menyangkut kondutifitas daerah di Moanemani dan sekitarnya.

“Kita merapatkan barisan, bekerja bersama dengan alam semesta yang Tuhan kasih untuk kita bekerja dengan sungguh-sungguh. Sehingga ada perubahan kemajuan yang kita nikmati bersama. Kita jaga fasilitas umum, jalan raya, listrik tidak mati menyala. Hujan longsor menjadi hambatan perilaku hidup manusia sebagai penghuni harus diubah. Sehinga semuanya berjalan baik sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama,” tandasnya.(don)