Misa Syukur Agama Katolik Tiba di Debei ke-72, Warnai Penerimaan Bantuan Pemda

DEIYAI - Keuskupan Timika telah memmekarkan Paroki baru, Paroki Wagomani di Debei, Dekenat Deiyai di wilayah Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai.
Paroki Wagomani di tahun 2025, kini sudah berumur 3 tahun setelah dimekarkan menjadi sebuah Paroki di wilayah Debei.
Umat Paroki Wagomani, Debei bersama kaum intelektual dan pengurus paroki, telah menetapkan 5 Oktober diperingati sebagai hari bersejarah masuknya Agama Katolik di tanah Debei, Deiyai untuk mewartakan kabar misi Agama Katolik di daratan wilayah Meepago umumnya.
Penetapan 5 Oktober, diperingati sebagai hari penuh bersejarah bagi umat Katolik lewat tanah Debei, karena sejak tahun 1939 melalui Misionaris Katolik, Pastor Tilemans berkebangsaan Belanda, pertama kali menginjak di tanah Debei pada 5 Oktober 1939.
Dari sejak tiga tahun lalu, umat Paroki Wagomani mulai memperingati hari bersejarah masuknya Agama Katolik lewat tanah Debei, pada 5 Oktober, sehingga sudah menjadi agenda tahunan Paroki Wagomani.
Sebelum menyebar agama katolik di wilayah Deiyai, Dogiyai dan Paniai, para misionaris pembawa agama Katolik, Pastor Tilemans, pertama kali di tanah Debei, Distrik Tigi Barat, Deiyai.
Selanjutnya, pada 5 Oktober 2025 kemarin, Umat Paroki Wagomani merayakan misa syukur di Paroki Wagomani bersama pimpinan, Pastor Dekan, Dekenat Deiyai, Pastor Demianus Adii, Pr, di Gereja Katolik, Paroki Wagomani Debei dalam, Deiyai.
Perayaan misa syukur tersebut diikuti seluruh umat Paroki Wagomani dan tamu undangan lainnya, dengan penuh sukacita, dengan menampilkan lagu pujian dan diisi juga dengan kegiatan hiburan lainnya.
Dalam perayaan misa syukur, atas pertama kali masuknya agama Katolik di tanah Debei ke-72, yang dilaksanakan di Paroki Wagomani, Bupati Deiyai, Melkianus Mote, didampingi sejumlah kepala OPD.
Dalam kesempatan itu, Melkianus Mote memberikan bantuan dana hibah kepada pengurus Gereja Paroki Wagomani, Dekenat Deiyai sebesar Rp200 juta, yang diterima langsung Ketua Dewan Paroki Wagomani, didampingi pengurus dewan lainya.
"Dana yang diberikan dapat digunakan sesuai kebutuhan gereja. Karena dana yang diberikan tentu tujuannya untuk dapat menjawab kebutuhan dalam kegiatan gereja maupun dalam kebutuhan lainnya," katanya bupati.
Bantuan dana yang diberikan ini, Bupati Deiyai menyampaikan, bantuan ini merupakan salah satu bentuk perhatian dari pemerintah daerah kepada lembaga keagamaan yang ada.
Bupati Deiyai berpesan, dukungan kerja sama serta partisipasi semua pihak maupun stakeholder yang ada, sangat diharapkan, terutama partisipatif dalam proses pelaksanaan pembangunan maupun dalam mengisi pembanguannnya.
Dengan melalui bantuan dana tersebut, umat Paroki Wagomani juga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuannya.(hbb)
Bagikan artikel ini



