NABIRE — Bupati Nabire Mesak Magai menegaskan Kabupaten Nabire dan Timika harus menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan pendidikan di Provinsi Papua Tengah. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran Dinas Pendidikan bekerja lebih serius memastikan pemerataan guru hingga ke sekolah-sekolah di wilayah terpencil.

Penegasan tersebut disampaikan Mesak Magai dalam pertemuan bersama para kepala sekolah SD, SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Nabire di Aula Persada SMA Negeri 2 Nabire, Rabu (18/10).

Menurut Mesak, posisi Nabire dan Timika sebagai daerah dengan aktivitas pemerintahan dan pembangunan yang cukup besar di Papua Tengah membawa tanggung jawab tersendiri dalam memperlihatkan kualitas pendidikan di provinsi tersebut.

“Marilah kita bekerja dengan ketulusan hati,” ujar Mesak dalam pertemuan tersebut.

Ia mengatakan, keberhasilan pendidikan tidak dapat dibangun hanya dengan kebijakan dari tingkat kabupaten. Peran Dinas Pendidikan, kepala sekolah dan guru sangat menentukan, terutama dalam memastikan layanan pendidikan benar-benar dirasakan peserta didik di seluruh wilayah.

Karena itu, Mesak meminta Kepala Dinas Pendidikan, sekretaris dinas dan seluruh kepala bidang melakukan penataan kembali tenaga pendidik yang saat ini tersebar di Kabupaten Nabire.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah dugaan penumpukan guru di sekolah-sekolah dalam kota, sementara sejumlah sekolah di wilayah pinggiran hingga daerah tertinggal, terluar dan terpencil (3T) justru mengalami kekurangan tenaga pendidik.

“Saya minta Dinas kembali mendata semua guru yang ada di kota saat ini. Karena dari cerita dan informasi yang beredar telah terjadi penumpukan guru di sekolah-sekolah yang ada di kota, sementara sekolah-sekolah yang ada di pinggiran termasuk daerah 3T mengalami kekosongan tenaga guru,” katanya.

Pemerataan Guru Jadi Kunci

Mesak menegaskan, kondisi tersebut harus segera dibenahi melalui kebijakan penempatan dan pemerataan guru. Tidak boleh ada sekolah yang kelebihan guru sementara sekolah lain kekurangan tenaga pendidik.

Menurutnya, pemerataan guru merupakan salah satu langkah utama untuk mewujudkan Nabire sebagai salah satu daerah yang menjadi tolok ukur kemajuan pendidikan di Papua Tengah.

“Ke depan harus ada pemerataan guru di semua sekolah guna mewujudkan Kabupaten Nabire menjadi tolak ukur keberhasilan dan kemajuan pendidikan di wilayah Papua Tengah,” tegasnya.

Ia menilai pemerataan tenaga pendidik harus berjalan bersamaan dengan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

Perbaikan gedung sekolah serta pembangunan dan perbaikan rumah guru di wilayah terpencil juga menjadi bagian penting. Sebab, keberadaan fasilitas yang layak akan membantu memastikan guru dapat menjalankan tugas di tempat penempatan.

Program Harus Berbasis Data

Bupati menekankan pentingnya data dalam setiap penyusunan program pendidikan. Menurut dia, pemerintah tidak boleh membuat kebijakan hanya berdasarkan asumsi maupun informasi yang tidak terverifikasi.

Karena itu, pendataan guru, kondisi gedung sekolah dan rumah guru harus dilakukan secara langsung di lapangan.

“Dalam membuat program di masa kini maupun di masa yang akan datang harus berdasarkan data. Untuk itu Dinas Pendidikan berkewajiban untuk mendata semuanya di lapangan dengan baik,” ujarnya.

Ia berharap hasil pendataan tersebut nantinya dapat menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan kebutuhan tenaga pendidik, memperbaiki fasilitas sekolah serta menyusun program pendidikan yang lebih tepat sasaran.

Dengan langkah tersebut, kata Mesak, pembangunan pendidikan di Nabire diharapkan tidak hanya terlihat maju di kawasan perkotaan, tetapi juga dirasakan anak-anak yang bersekolah di wilayah pinggiran dan 3T.

Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan Nabire akan ditentukan bukan hanya dari jumlah sekolah atau guru yang tersedia, tetapi dari sejauh mana guru hadir di tempat tugas, fasilitas pendidikan tersedia, dan peserta didik di seluruh wilayah mendapatkan hak belajar yang sama. (des)