NABIRE – Bupati Kabupaten Nabire terpilih hasil Pemilukada Nabire 2024, mengajak semua pihak termasuk lawan politik untuk bersama-sama bergadengan tangan untuk Kabupaten Nabire. Tahun 2022 pemerintah pusat memberikan kepercayaan kepada Nabire untuk menjadi ibukota Provinsi Papua Tengah.

Mesak Magai, Pasangan Calon (Paslon) nomor 2, yang terpilih sebagai bupati periode 2025-2029, dalam wawancaranya, Juma't (7/2/2025) lalu, mengatakan, kepada masyarakat Kabupaten Nabire mendiami 15 distrik, bahwa Pilkada sudah selesai, di dalam pertandingan perbedaan dukungan itu hal biasa, mau dukung 01, mau dukung 02, itu hal yang biasa tetapi setelah selesai itu tidak ada perbedaan.

“Kita semua warga masyarakat Nabire dan bukan kabupaten baru, tetapi kabupaten tertua dari Provinsi Papua Tengah dan sudah dimekarkan jadi 7 kabupaten sewilayah Papua R=Tengah, kecuali Mimika,” ucapnya.

Periode kedepan pasti akan beralih ke orang lain juga, oleh sebab itu Mesak Magai menyampaikan kepada pihak yang kalah harus bersabar dan menerima dan sebagai warga masyarakat Nabire untuk bersama-sama berpartisipasi membangun kabupaten Nabire.

“Kabupaten Nabire ini titipan Tuhan untuk anak cucu kita, selagi kita bisa beraktifitas, bisa bekerja dan berkarya untuk kabupaten Nabire,” ujarnya.

Dirinya menegaskan, tidak ada perbedaan di Kabupaten Nabire, dari Teluk Umar sampai Wapoga, dari Dipa sampai Menou, Lagari sampai Yaro, semua masyarakat Kabupaten Nabire.

“Partisipasi itu sangat menentukan, baik itu partisapasi dalam membangun pembangunan, jaga kebersihan itu saja sudah partisipasi, jaga keamanan lingkungan saja sudah ikut berpartisipasi,” kata Mesak Magai.

Terimakasih kepada warga masyarakat Nabire, dan teman-teman pers yang selalu publikasikan jalannya Pilkada, sehingga semua terbuka dan berjalan dengan baik. “Sehingga KPU tetapkan sebagai calon pemenang, saya dengan Burhanuddin Pawennari, untuk 5 tahun kedepan,” ucapnya.

Untuk 5 tahun kedepan Paslon nomor 2, akan melanjutkan visi-misi program kerja yang dimana kemarin sudah bekerja selama 3 tahun, itu yang akan dilanjutkan. “Namun lebih fokus pada 3 hal, yaitu pemberdayaan ekonomi kerakyatan, bidang Pendidikan dan kesehatan,” tutup Mesak Magai.(edi)