Mesak Magai: Kita Hadir Terang dan Garam kepada yang Lain
NABIRE - Kita hadir terang dan garam kepada yang lain, dapat bermanfaat dan berguna kepada orang lain. “Tugas dan catatan bagi kita doakan buat masyarakat kita Intan Jaya serta masyarakat Papua yang lainnya,” Hal ini ini disampaikan Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos.,M.Si, saat ibadah peletakkan batu pertama pembangunan Kantor Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Klasis Nabire, Kamis (5/6/25), bertempat Uwadio bawah di Nabire.

NABIRE - Kita hadir terang dan garam kepada yang lain, dapat bermanfaat dan berguna kepada orang lain. “Tugas dan catatan bagi kita doakan buat masyarakat kita Intan Jaya serta masyarakat Papua yang lainnya,” Hal ini ini disampaikan Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos.,M.Si, saat ibadah peletakkan batu pertama pembangunan Kantor Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Klasis Nabire, Kamis (5/6/25), bertempat Uwadio bawah di Nabire.
Dirinya selalu buat stagmen tentang masalah Intan Jaya, Intan Jaya itu areal Blok Wabu di mata Indonesia dan di mata dunia sedang bikin perang, karena potensi kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) pusat ada di Blok Wabu kelola ini.
Pihak ketiga masuk di blok wabu nantinya, diserang oleh kelompok lain. Ketika kelompok itu sembangi ke daerah atau wilayah-wilayah hutan, maka ada akan korban adalah orang Gereja Kemah Injil Indonesia. “Jika kita harus komitmen kuat untuk menolak,” ujarnya.
Orang yang berupaya masuk kelola Blok Wabu, antisipasi orang Gereja Kemah Injil akan korban, orang katolik akan mati di wilayah itu. “Karena saya sudah tau dan sudah bayangkan. Saya ketemu dua orang, yaitu Wakil Presiden PT. Freeport Indonesia, beliau sampaikan potensi Blok Wabu itu sangat besar, tapi perusahaan besar yang kelola areal itu, mungkin 10 tahun itu belum selesai, karena potensi di atas ini emas,” katanya.
Intinya dapat dikatakan begini, berarti ini Tuhan titip bagi orang Papua dan orang Intan Jaya akan nikmati hasilnya.

Tetapi kelola manual tidak akan habis sampai dunia kiamat. Oleh sebab itu, harus bersama-sama kuat untuk menjaga wilayah itu, karena akan ada korban masyarakat, hamba Tuhan, majelis, pihak gereja akan jadi korban.
“Kita punya komitmen kuat untuk menolak semua itu, dalam rangka menyelamatkan orang Papua dan Intan Jaya. Di lingkungan kita menjaga kebersihan itu sangat penting bagi kita sekalian,” imbuhnya.
Di kesempatan yang sama, Bupati Kabupaten Intan Jaya menitip pesan lewat perwakilan, yakni Ketua DPRD Kabupaten Intan Jaya yang menyampaikan pesannya mohon doa restu dari semua orang Papua agar situasi dan kondisi tidak didukung itu, jika kuasa Tuhan turun di atas dan di tengah-tengah masyarakat pengungsi agar bisa dapat solusi mencari jalan terbaik dan damai di Intan Jaya dan tanah Papua.(modes)
Bagikan artikel ini



