NABIRE – Calon bupati nomor urut 2, Mesak Magai, S.Sos, M.Si, mengingatkan Penjabat Bupati Nabire untuk tidak melakukan pergantian atau pelantikan pejabat eselon II, III, dan IV dalam struktur pemerintahan di Kabupaten Nabire. Hal ini seperti disampaikan Mesak Magai kepada Papuapos Nabire, Selasa (27/4/21) sore, mensikapi isu yang sempat berkembang di tengah masyarakat.

Terkait isu yang beredar seperti itu, ditegaskan Mesak Magai, Penjabat Bupati ini tugasnya hanya dua, tidak ada tiga. Pertama, melaksanakan pemerintahan. Kedua, mengawal PSU Pilkada. Tidak ada tugas ketiga untuk pelantikan eselon. 

“Jangan memancing situasi menjadi kacau, tapi mari kita sama-sama jaga keamanan bersama. Karena dua tugas itu yang baiknya Penjabat Bupati Nabire jalankan tugas itu. Tetapi kalau yang ketiga itu tidak ada aturan, tidak ada tugas tambahan. Saya harap pemerintahan yang ada jangan diganggu karena itu sesuai aturan,” ujarnya saat menghubungi Papuapos Nabire melalui sambungan teleponnya.

Namun jika dilakukan pelantikan oleh Penjabat Bupati, kata Mesak, dirinya sebagai calon bupati nomor urut 2 dan seluruh pendukungnya akan digerakan untuk menggelar aksi demo besar-besaran.

“Jika coba-coba lakukan pelantikan, penjabat bupati terpaksa kami akan antar ke Bandara untuk kasih kembalikan ke gubernur,” ujarnya.

Dikatakan Mesak Magai, Nabire ini sudah tenang dan putusan MK sudah sama-sama diterima dengan baik. Sehingga penjabat bupati diharapkan tidak memancing suasana untuk Nabire menjadi terganggu jika dilakukan pelantikan pejabat. 

Mesak Magai sempat mengaku jika pihaknya sempat mendapatkan informasi saat peringatan satu abad gereja masuk di Makimi. Dimana dalam sambutan penjabat bupati sampaikan bahwa bupati akan melakukan tiga tugas. Pertama, melaksanakan pemerintahan. Kedua, melaksanakan Pilkada. Ketiga akan mengisi kekosongan jabatan. 

“Itu tidak boleh. Saya sendiri akan menghadap Kapolres, Dandim, Danyon untuk kasih turun demo besar-besaran. Pengisian kekosongan jabatan dan pelantikan itu nanti biar bupati devinitif yang melaksanakan. Dalam struktur pemerintahan yang ada itu saya tidak ada kepentingan, tetapi saya tahu karena penjabat bupati ini kan hanya dua tugas. Jangan tambah tiga,” tuturnya.

Terkait isu pelantikan pejabat seperti yang disampaikan Mesak Magai, Papuapos Nabire belum berhasil mengkonfirmasi kepada Penjabat Bupati Nabire. (ros)