Merasa Tak Dihargai, Nakes ke Polres Buat Laporan Polisi
NABIRE - Merasa tidak dihargai dan dianggap selama ini tidak berkerja baik, para Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Nabire mendatangi Markas Kepo
NABIRE - Merasa tidak dihargai dan dianggap selama ini tidak berkerja baik, para Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Nabire mendatangi Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Nabire, Rabu siang (16/09/2020). Kedatangan puluhan tenaga media RSUD Nabire ini untuk menindaklanjuti dengan membuat Laporan Polisi (LP) terkait status dari warga di Sosial Media (Sosmed), baik Facebook (Fb) maupun What'sapp (Wa).
Setelah tiba di Mapolres Nabire para peserta aksi diterima langsung Wakapolres Nabire Kompol Samuel D. Tatiraru, S.IK dengan didamping Kasat Reskrim Iptu Abdul Gani Wildan, SE, Kasat Intelkam AKP Yadang dan sejumlah perwira dan anggota Polres Nabire. Selaku perwakilan aksi tersebut, Steven Mareku menegaskan, kedatangan mereka untuk menyampaikan dan melaporkan terkait status beberapa orang warga Nabie melalui Sosmed tentang tudingan dan anggapan miring warga akan keberadaan tenaga kesehatan Nabire yang dinilai seperti binatang dalam menanggani pasein Covid-19.
Dengan nada kesal, Steven Mareku menekankan, bahwa para tenaga kesehatan RSUD Nabire mulai dari dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya di RSUD Nabire sangat tidak menerima terkait status warga yang notabene diindikasikan seorang guru di daerah itu yang menyebut sesuatu yang sangat tidak elok (maaf sebutan binatang). Bahkan, ada pula distatus WA ada yang menyebutkan atau mendoakan dengan sebutan: Smg covid bertmbh ka (emoji ketawa ngakak) biar yg rwt cept mati amin (1 emoji ketawa).
Usai penyampaian dari perwakilan aksi, pihak jajaran Polres Nabire yang langsung diwakili Wakapolres Nabire Kompol Samuel D. Tatiratu, S.IK didamping sejumlah pejabat dan perwira Polres Nabire serta anggota menerima perwakilan aksi dan menggelar pertemuan. Sekedar menambahkan, aspirasi dan tuntutan yang disampaikan Nakes RSUD Nabire dengan membawa spanduk dan beberapa pamlet bertulis serta salinan atau bukti tersebut, dari pihak Polres Nabire pada prinsipnya menerima dan akan menindaklanjutinya.
Pagi Ini Aksi Berlanjut
Kepada media ini Sekretaris RSUD Nabire, Steven Mareku, menegaskan jika pihaknya kembali akan melakukan aksi pada Kamis (17/9) pagi ini ke Kantor DPRD Nabire.
“Besok jam 9 pagi akan lebih banyak tenaga profesi yang akan menuju ke Kantor DPRD. Saya minta dukungan dari semua tenaga profesi kesehatan supaya rapatkan barisan untuk menuntut hak kami. Kami harus buat pelajaran pada siapapun yang selama ini menganggap bahwa rumah sakit maupun Puskesmas banyak uang Covid-19 yang kami selewengkan, dan itu yang akan kami buktikan,” ujar Steven Mareku kepada media ini.
Lebih lanjut dikatakan Steven, para tenaga medis, kebidanan dan profesi kesehatan lainnya di Kabupaten Nabire sejak bulan Maret sampai sekarang selama masa tanggap darurat, sudah bekerja semaksimal mungkin dan berjalan sesuai dengan protokol kesehatan atau SOP standar penanganan Covid-19. Dan diagnosa bagi tenaga medis melalui laboratorium adalah sah dan itu tidak ada satupun yang menipu.
“Kami sudah berusaha kerja untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang, tapi dimasukkan di media sosial dan lain-lain sampai viral di facebook dan segala macam mulai bulan Maret sampai sekarang. Makanya kami menuntut harga diri martabat kami kepada semua orang yang telah memviralkan kami punya kegiatan yang menuduh kami telah memakan uang Covid-19 dan semua itu saya minta untuk segera ditangkap dan diusut tuntas secara hukum. Siapapun yang telah mencemarkan nama baik kami di facebook maupun medsos apapun sejak bulan Maret sampai sekarang, saya minta pihak kepolisian usut tuntas. Kalau memang bisa orang-orang itu bisa bertanggung jawab dan bisa menyelamatkan setiap orang yang sakit di rumah sakit maupun di Puskesmas silahkan gantikan kami, biar kami standbye di kantor di Dinas Kesehatan maupun di rumah sakit,” paparnya.
Steven Marek meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas. Pihaknya telah melakukan aksi demo ke Polres, dan pihaknya juga sudah membuat laporan polisii (LP). Setelah itu pihaknya juga sudah menuju pemda untuk minta dukungan sesuai dengan apa yang sudah dibuat diatas wilayah kerja Pemda Nabire.
“Sudah cukup bagi kami, tidak mungkin dibiarkan terus ada tindakan orang-orang terhadap kami sebagai tenaga kesehatan yang sudah bekerja dengan maksimal,” tuturnya. (wan/ros)
Bagikan artikel ini



