NABIRE - Telah diketahui, SMP Negeri 1 Nabire bersama 10 SMP lainnya yang ada di Kabupaten Nabire dalam tahun pelajaran 2017/2018 telah siap untuk mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), namun kesiapan mengikuti UNBK bagi 285 murid kelas III ini harus ditunjangi dengan 105 unit komputer dan 6 server.Dan hingga kini SMPN 1 Nabire baru memiliki 40 unit komputer dan 1 server, sementara tiga ruangan kelas telah disiapkan pihak sekolah sebagai ruang laboratorium komputer UNBK, dimana pada satu ruangan akan diisi 35 unit komputer untuk 35 peserta UNBK, sehingga dilihat dari jumlah komputer dan server yang ada tidak mencukupi untuk UNBK tiga sesi.Demikian dikatakan Kepala SMPN 1 Nabire Pilemon Musendi, S.Pd,M.Pd, kepada Papuapos Nabire, Selasa (30/1), di ruang kerjanya seraya menambahkan, pada tanggal 14 dan 15 Februari 2018, sebanyak 11 SMP peserta UNBK yang ada di Kabupaten Nabire sudah harus mengikuti Simulasi UNBK Tahap Kedua yang dilaksanakan secara nasional bagi sekolah peserta UNBK tingkat SMP/MTs.Sehingga, terangnya, sampai saat ini sebagai sekolah besar yang memiliki jumlah peserta UNBK paling banyak di Kabupaten Nabire, telah menyiapkan kartu peserta simulasi UNBK bagi semua peserta ujian, namun yang menjadi kendala disaat menghadapi UNBK adalah jumlah komputer dan server yang belum lengkap sesuai kebutuhan sekolah berdadasarkan data murid.Jika komputer dan server untuk UNBK tidak terpenuhi sesuai kebutuhan jumlah peserta UNBK, maka solusinya selaku kepala sekolah akan meminta ijin dan bertemu langsung dengan Kepala SMAN 1 Nabire soal tempat dan sarana ujian, sehingga dari tiga sesi perhari itu satu sesinya bisa dipindahkan dan dilaksanakan di SMAN 1 Nabire.Untuk itu, imbuhnya, besar harapan pihak sekolah kepada Pemerintah Kabupaten Nabire agar bisa membantu pihak sekolah yang masuk sebagai peserta UNBK akan tetapi juga bagi sekolah lain yang masih ujian menggunakan sistim Kertas Pensil (KP) agar harapan kita soal ujian yang jalan aman, lancar dan tanpa hambatan ini bisa terwujud dengan baik.(des)