Menkopolhukam Tunda Umumkan Hasil TGPF Intan Jaya
JAKARTA - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD menunda pengumuman hasil investigasi Tim Gabungan Pencar
JAKARTA - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD menunda pengumuman hasil investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya yang sebelumnya dijadwalkan pada hari Senin (19/10).
Hasil temuan akan diumumkan pada hari Rabu (21/10) mendatang karena jadwal Mahfud MD yang padat.
"Baru saja kami mendapatkan informasi dan jadwal dari Sesmenko Polhukam, bahwa tim diagendakan untuk bertemu Pak Menko pada hari Rabu lusa untuk menyerahkan hasil investigasi lapangan oleh TGPF Intan Jaya," Ketua Tim Investigasi TGPF Intan Jaya, Benny Mamoto, Senin (19/10).
Benny menuturkan, hari ini Mahfud MD rapat mengenai pembahasan Omnibus Law.
Dia juga hadir dalam rapat bersama Presiden Jokowi.
"Pak Menko hari ini menghadiri dua rapat dengan presiden, dan memimpin beberapa rapat terkait pembahasan peraturan Omnibus Law, serta rapat koordinasi Kemenko Polhukam sehingga kami memahami bila diterima pada Rabu lusa," kata Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional itu.
Benny menambahkan, laporan hasil investigasi Intan Jaya sudah selesai sejak tanggal 17 Oktober lalu.
Di situ, memuat informasi dan fakta-fakta yang didapatkan dari 42 saksi atau narasumber.
"Laporannya ada pada saya, jadi mohon bersabar sedikit, akan saya serahkan dan diumumkan pak Menko pada Rabu lusa," kata Benny.
Untuk diketahui, TGPF Intan Jaya dibentuk Mahfud guna mengusut konflik di Intan Jaya pada 15-20 September 2020 lalu.
Pada konflik itu empat orang tewas yakni dua personel TNI, satu warga sipil, dan Pendeta Yeremia.
Pada kasus itu, pihak keamanan dan kelompok bersenjata di Papua saling tuding terkait pelaku pembunuhan atau penembakan.
Tim TGPF telah berangkat ke Papua pada 7 Oktober lalu untuk investigasi dan kembali ke Jakarta pada 12 Oktober.
Kemudian, diberi batas waktu untuk menyelesaikan laporan hingga 17 Oktober.
Diberitakan sebelumnya, publikasi hasil temuan TGPF Intan Jaya terkait penembakan di Distrik Hitapida, Intan Jaya, dilakukan Senin (19/10/2020).
“Perlu kami sampaikan bahwa nanti menyangkut capaian tim akan disampaikan langsung oleh Bapak Menko pada hari Senin,” ujar Ketua Tim Investigasi Lapangan TGPF Intan Jaya Benny Mamoto, dalam jumpa pers daring, Sabtu (17/10/2020) tempo hari.
Hingga saat ini belum diketahui pasti pukul berapa Mahfud akan menyampaikan hasil temuan itu, meski staff Kemenko Polhukam telah dihubungi memperjelas agenda tersebut.
“Nanti masih diatur jadwalnya,” kata salah satu staf saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (19/10/2020).
TGPF Intan Jaya memang dibentuk untuk menginvestigasi peristiwa penembakan sepanjang September 2020 di wilayah Intan Jaya.
Peristiwa penembakan itu menyebabkan Pendeta Yeremia Zanambani yang merupakan tokoh agama di wilayah tersebut meninggal.
Meninggalnya pendeta Yeremia menimbulkan saling tuding pelaku antara aparat TNI dengan anggota Kelompok Bersenjata di Papua.
Keduanya menyatakan tak pernah menembak Yeremia hingga tewas dekat kandang babi dan menuduh oknum TNI lah yang telah melakukan itu.
Hal itu membuat Kemenko Polhukam memutuskan membuat TGPF Intan Jaya yang memandatkan menginvestigasi. (ist)
Bagikan artikel ini



