Papua Tengah Butuh Orang Kerja
PROVINSI Papua Tengah, satu diantara empat provinsi administratif di Tanah Papua yang akan melaksanakan pemilihan gubernur/wakil gubernur perdana pada pekan ke tiga November 2024. Bersamaan itu, penduduk di 8 kabupaten akan memilih pasangan bupati dan wakil bupati.


Sebagai provinsi baru, pemerintah pusat tidak sekedar mendekatkan jangkauan pelayanan pemerintah tetapi tersirat maksud memetakan kekuatan gejolak di Papua terutama berkaitan dengan kekuatan TPN/KNPB.


Papua Tengah termasuk dalam wilayah konflik, terutama konflik horisontal. Empat kabupaten yakni Mimika. Puncak Jaya, Puncak dan Intan Jaya sudah di wilayah konflik. Belakangan mulai percikan konflik di wilayah tapal batas Paniai dan Intan Jaya. Sementara di Nabire sudah dua kali konflik horisontal antara suku Dani dan Mee, kedua antara Mee dan Migani. Sementara Dogiyai rawan konflik dengan tanda bakar-bakar, sehingga bisa dijuluki 'kabupaten asap'.


Sosok pemimpin di wilayah konflik salah satunya berani. Keberanian tersebut mampu membela kepentingan rakyat, turun ke lapangan ketika ada konflik bukan lari-lari, mampu menjembatani kedua belah pihak berkonflik, suka mendengar rakyat. Karena itu, partai politik dalam merekrut figur bakal calon hendak mempertibangkan aspek ini, khususnya bakal calon orang nomor satu Papua Tengah, jika diberikan mandat untuk menentukan figur bakal calon.


Sebagai provinsi baru, tentu ada banyak harapan dari masyarakat. Tanpa mengurangi jasa dan peran Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk bersama jajarannya, sosok gubernur definitif yang akan muncul dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serantak November 2024 diharap sebagai figur orang kerja, tidak sekedar ringan tangan dan konsep melulu. Karena sebagai orang pertama yang menjabat gubernur diharapkan meletakkan dasar pembangunan di provinsi ini melalui rencana pendek, rencana jangka menengah dan rencana jangka panjang agar jelas ke mana Papua Tengah.


Dan itu, tidak sekedar rencana di atas tetapi harus berani mulai kerja dan membangun, tidak sekedar fisik dan ekonomi termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat orang asli Papua.


Harapan kita boleh selangit, banyak kader mendaftar ke partai politik tetapi penentuan siapa yang direkomendasi tergantung pilihan Dewan Pengurus Pusat (DPP) masing-masing partai polilitik. Pendaftar boleh banyak, calon kandidat boleh banyak dengan visi misi masing-masing, tetapi akhirnya terpulang ke Jakarta.(frans tekege)