Menerawang Sosok KDH di Meepago (5)
Pertaruhan antar Parpol Pelaksanaan pemilihan kepala daerah, mulai dari perekrutan Bakal Calon (Balon) Kepala Daerah (KDH) ibarat pertaruhan antar partai politik pengusung. Soalnya, kemenangann dalam Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) membuktikan bakal calon yang diusung Parpol yang bersangkutan dipercaya oleh mayoritas lebih dominan.
Pertaruhan antar Parpol
Pelaksanaan pemilihan kepala daerah, mulai dari perekrutan Bakal Calon (Balon) Kepala Daerah (KDH) ibarat pertaruhan antar partai politik pengusung. Soalnya, kemenangann dalam Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) membuktikan bakal calon yang diusung Parpol yang bersangkutan dipercaya oleh mayoritas lebih dominan.
Kemenangan bakal yang diusung Parpol menjadi kebanggaan tersendiri dan disitulah kemenangan Parpol yang bersangkutan.
Setiap Parpol tentu punya pilihan sendiri, sosok seperti apa yang mau diusung. Sosok yang pas untuk calon bupati, pengurus Parpol di kabupaten.
Demikian pula sosok figur calon Gubernur Papua Tengah, sudah tahu siapa yang layak memimpin meletakan fondasi arah pembangunan Papua Tengah ke depan dan meminimalkan konflik horisontal dan vertikal di provinsi Papua Pegunungan bagian barat ini.
Di tengah Parpol mempersiapkan suksesi Pilkada Serentak di Papua Tengah, terbesit beberapa catatan yang hendak diperhatikan oleh Parpol. Sekalipun itu mungkin menyimpang dari police politik dan ini menjadi harapan masyarakat kecil yang tak bersuara di kanca politik.
Harapan masyarakat, sosok kepala daerah tidak sekedar pintar di atas kertas tanpa kenyataan di lapangan, tidak nepotis dan egois, bermartabat dan tidak punya istri dan selingkuhan lebih dari satu, ringan tangan tetapi hasil karya tidak nampak secara nyata. Harapan masyarakat kepala daerah mampu ciptakan situasi yang aman, tidak ada gesekan dalam apalagi konflik yang mempengaruhi kondisi keamanan dan ketentraman masyarakat agar tercipta 'Papua Cinta Damai'.
Tentu ini hanya sebuah harapan sosok kepala daerah sebagai panutan masyarakat, pemimpin daerah dan pemerintah, bapak untuk pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, pembangunan infrastruktur dan penata pemerintahan termasuk aparatur. Masyarakat hendaki pembangunan lancar, daerah aman dan maju. (frans tekege)
Bagikan artikel ini



