Melkias Pekey: SMP/MTs Itu Sekolah Filter Bagi SMA dan SMK
NABIRE - Dengan penjaringan sistim tes masuk SMP/MTs yang kini lagi marak dilaksanakan pada setiap awal tahun pelajaran dijenjang pendidika
Bagikan
NABIRE - Dengan penjaringan sistim tes masuk SMP/MTs yang kini lagi marak dilaksanakan pada
setiap awal tahun pelajaran dijenjang pendidikan SMP/MTs, sesungguhnya
mempunyai tujuan yang sangat baik untuk menjaring dan mengukur kemampuan murid
lulusan SD/Mi. Dan tujuan dilakukan tes masuk dengan dasar murid SD yang hendak masuk SMP/MTs harus bisa
Membaca, Menulis dan Menghitung (3M), karena posisi sekolah atau jenjang
pendidikan SMP/MTs itu sekolah filter agar anak bisa dan dipersiapkan masuk SMA
dan SMK dan selanjutnya ke perguruan tinggi. Untuk itu, selaku Kepala Bidang (Kabid) SMP/MTs Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire kini sedang
melakukan kunjungan atau Sidak ke semua SMP/MTs yang ada di kota Nabire guna
mendata semua murid baru di semua SMP/MTs pada awal tahun pelajaran 2018/2019
yang tidak bisa lancar atau sama sekali mengusai 3M. Demikian dikatakan Kabid SMP/MTs Dinas Pendidikan Melkias Pekey, S.Pd,S.Ip,MM kepada
Papuapos Nabire via telepon genggamnya, Sabtu (21/7), akhir pekan lalu seraya
menambahkan, kegiatan tes 3M yang dilaksanakan semua SMP/MTs bukan hal yang
harus diperdebatkan, tetapi ini semua demi kemajuan dan kecerdasan anak-anak
masyarakat di daerah ini. Dan posisi SMP/MTs juga di daerah ini dan dimanapun sebagai sekolah filter yang
benar–benar menjaring menjaring dan mempersiapkan anak-anak kejenjang
pendidikan SMA dan SMK agar menjadi anak yang cerdas atau pintar dan kelak bisa
lolos tanpa tes masuk perguruan tinggi terhebat dan terkenal di negara ini
tanpa tes. Untuk itu, sekolah atau jenjag pendidikan SMP/MTs sebagai sekolah yang berada diantara
Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA dan SMK) diharapkan bekerja
semaksimal mungkin agar semua lulusan SMP/MTs tidak bisa diragukan lagi saat
masuk SMA atau SMK. Dan semua guru dijenjang SD/Mi, SMP/MTs dan SMA/SMK itu tugasnya sama, yakni dapat menyiapkan
generasi pendidikan yang handal atau cerdas dan memiliki moralitas, sopan santun dan mampu mengusai
ilmu pengetahuan dan teknologi atau dengan kata lain yang tidak bisa menjadi
bisa di masa yang akan datang. (des)
Bagikan artikel ini



