NABIRE – Melkias Muyapa, S.IP, secara resmi terpilih dan dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Kepala Suku Besar Mee untuk wilayah Papua Tengah. Terpilihnya Melkias diharapkan dapat membawa angin segar bagi kesatuan masyarakat adat di wilayah Meepago.

Dalam pernyataan perdananya pasca terpilih, Melkias Muyapa memberikan klarifikasi penting mengenai struktur kelembagaan adat di wilayah tersebut. Ia menegaskan adanya perbedaan mendasar antara jabatan yang diembannya dengan lembaga lain yang ada di tingkat provinsi.

"Saya ingin menyampaikan kepada publik bahwa posisi Kepala Suku Besar Mee Provinsi Papua Tengah wilayah Meepago itu berbeda dengan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua Tengah. Keduanya memiliki fungsi dan peran masing-masing, namun tetap dalam semangat memajukan masyarakat adat," tegas Melkias melalui pesan Whatsapp kepada Papuapos Nabire Rabu, (24/12/25).

Sebagai pemimpin baru bagi masyarakat suku Mee, Melkias memiliki visi besar untuk memajukan daerah. Ia menyadari bahwa kemajuan Papua Tengah tidak bisa dicapai oleh satu orang saja, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh elemen masyarakat.

"Saya mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah, khususnya masyarakat Mee, untuk bersatu. Mari kita bergandengan tangan, hilangkan perbedaan, dan fokus untuk memajukan daerah yang kita cintai ini, yaitu Papua Tengah," ujarnya

Menurutnya, persatuan adalah kunci utama agar aspirasi masyarakat adat dapat didengar dan pembangunan di Papua Tengah dapat berjalan maksimal demi kesejahteraan bersama.

Menutup pernyataannya, mengingat momen sukacita di penghujung tahun, Melkias Muyapa turut menyampaikan pesan hangat kepada seluruh masyarakat Papua Tengah.

"Saya mengucapkan kepada seluruh masyarakat Papua Tengah, Selamat Merayakan Natal 25 Desember 2025 dan menyongsong Tahun Baru 1 Januari 2026. Semoga damai Natal menyertai kita semua dan tahun yang baru membawa berkat bagi tanah Papua," tutup Melkias.

Sementara itu dikutip dari akun Youtube TV.PIAIYE, Ketua Mubes, Yohanes Nawipa, S.Pi, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui tahapan panjang, mulai dari sosialisasi kriteria hingga verifikasi calon yang mewakili wilayah Meepago, yakni Kabupaten Paniai, Deiyai, Dogiyai, Nabire, dan Mimika.

Setelah melalui proses pemilihan dan diskusi yang alot, Melkias Muyapa terpilih dari lima kandidat yang ada, yaitu, Melkias Muyapa, Dominggus Adii, Yopi Degei, Fabianus Tebai, Decky Tenouye.

Yohanes Nawipa menekankan bahwa wadah ini dibentuk untuk menaungi masyarakat di tingkat provinsi, mengingat adanya kekosongan kepemimpinan definitif sejak pemekaran Provinsi Papua Tengah.

"Sampai sekarang belum ada Kepala Suku Mee yang kami tahu, yang ada hanya Dewan Adat atau lembaga organisasi lainnya. Oleh karena itu, saya berharap tidak akan ada lagi perdebatan mengenai kepemimpinan suku setelah ini," tegas Yohanes. Ia juga menghimbau seluruh masyarakat suku Mee untuk kembali bersatu demi kepentingan bersama.(pal)