NABIRE - Dalam siaran pers yang dikirim Kepala Suku Besar Meepago, Melkias Keiya, SH, kepada Papuapos Nabire, Selasa (17/2) dirinya meminta agar aparat keamanan harus netralisasi dan transparasi dalam penanganan dan penyelesaian masalah konflik yang terjadi di wilayah Distrik Kapiraya.

Dalam keterangannya yang ditulisnya, Keiya menyoroti, bahwa sudah tiga kali komflik yang terjadi di Kapiraya telah merugikan kerugian yang siqnitifkan dan masyarakat Suku Mee tercatat sebagai pihak yang paling terdampak dalam setiap peristiwa tersebut, sehingga dirinya menyeruhkan peningkatan kewaspadaan dan stabilitas keamanan di tengah dinamika konflik yang berulang di Kapiraya.

Untuk itu, Melkias mengatakan selaku kepala suku dan pribadi tidak ingin ada masyarakat yang terus menerus menjadi korban dalam konflik yang sama, sehingga negara harus hadir secara adil, aparat harus berdiri netral dan bukan menjadi bagian dari persepsi keberpihakan. Karena dari peristiwa Kapiraya ada oknum-oknum tertentu yang dinilai hadir memberikan dukungan.

Dan jika benar ada oknum-oknum yang hadir dan bermain dibalik layar dan membackup pihak tertetu, maka itu tindakan yang dapat mencederai keadilan dan konflik Kapiraya dan dinilai akan terus berkepanjangan. 

“Saya minta penegakan hukum dilakukan secara terbuka dan transparasi bagi semua suku di Kapiraya,” tegasnya.

Sehingga menurutnya, konflik horizontal tidak boleh dapat dimanfaatkan untuk kepentingan politik maupun ekonomi oleh pihak–pihak yang tidak bertanggung jawab. “Provinsi Papua Tengah bukan arena pertarungan tersembunyi. Suku Mee, Keuw, Kei dan Suku Kamoro yang ada di Kapiraya adalah saudara, untuk itu jangan ada lagi narasi yang memecah bela mereka di Kapiraya,” pintanya.

Untuk itu, selaku kepala suku besar Meepago meminta dan mendesak agar aparat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola penangann konflik Kapiraya guna mencegah kejadian serupa agar tidak terjadi kembali dan terus berulang kali. 

“Saya mengajak semua tokoh adat, agama dan pemuda untuk bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif demi masa depan Papua Tengah yang damai dan berkeadilan,” tandasnya.(des)